Keji! Pria di Aceh Bunuh Bayinya gegara Sering Sakit-sakitan dan Nangis

GELANGGANG NEWS – Peristiwa memilukan terjadi di Aceh, di mana seorang pria diduga melakukan tindakan keji dengan membunuh bayinya sendiri. Motif tragis dari perbuatan tersebut dikabarkan karena sang bayi sering sakit-sakitan dan menangis terus-menerus, yang membuat pelaku kehilangan kendali dan mengambil langkah fatal.

Kepolisian Resor Aceh Besar telah menangkap pelaku berinisial M (29) di kediamannya di Kecamatan Lhoknga pada Senin (18/8). Dalam pemeriksaan awal, M mengaku nekat membunuh bayi berusia enam bulan tersebut lantaran merasa frustrasi dan kewalahan merawat anak yang dianggapnya lemah dan sering rewel.

Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, AKP Irfan Syahputra, menjelaskan bahwa tindakan keji pria tersebut sangat disayangkan dan menjadi perhatian serius pihak kepolisian. “Kami mengamankan pelaku setelah mendapatkan laporan dari keluarga dan tetangga. Saat ini pelaku sudah ditahan dan menjalani proses hukum,” kata Irfan dalam konferensi pers Selasa (19/8).

Kejadian ini menggemparkan warga setempat, karena selama ini keluarga M dikenal sebagai keluarga biasa yang tidak pernah bermasalah. Namun, tekanan psikologis yang dialami pelaku diyakini menjadi faktor utama dalam insiden tragis tersebut.

Menurut keterangan saksi, bayi tersebut memang sering sakit-sakitan dan menangis tanpa henti selama beberapa minggu terakhir. Kondisi itu membuat M merasa stres dan akhirnya melakukan tindakan tak terpuji. Sayangnya, hal ini menjadi bukti bahwa masalah kesehatan anak yang kurang mendapat perhatian dapat berujung pada tragedi yang sangat memilukan.

Kasus ini menjadi sorotan lantaran banyak pihak mempertanyakan perlunya dukungan psikologis dan sosial bagi orang tua yang mengalami tekanan dalam merawat anak, terutama bayi yang rentan. Organisasi perlindungan anak dan kesehatan jiwa menekankan pentingnya intervensi dini untuk mencegah kasus kekerasan serupa terjadi di masa depan.

“Kasus keji! pria di Aceh bunuh bayinya gegara sering sakit-sakitan dan nangis ini adalah peringatan keras bagi masyarakat dan pemerintah agar memperkuat layanan kesehatan serta pendampingan keluarga,” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Aceh, Sari Dewi.

Saat ini, bayi malang tersebut telah dimakamkan dengan prosedur pemakaman layak sesuai adat dan protokol kesehatan. Pihak kepolisian juga memastikan proses penyidikan berjalan transparan dan pelaku akan dihadapkan pada hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Kasus keji! pria di Aceh bunuh bayinya gegara sering sakit-sakitan dan nangis ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dan perhatian ekstra pada keluarga yang tengah menghadapi tekanan berat, terutama saat merawat anak yang membutuhkan perawatan khusus.

Pihak berwajib mengimbau kepada seluruh warga untuk segera melapor jika mengetahui adanya potensi kekerasan dalam rumah tangga agar korban dapat terlindungi dan tindakan preventif bisa diambil. Penanganan bersama antara keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan sangat krusial demi mencegah tragedi serupa terjadi kembali.

Untuk berita lengkap dan update terkini terkait kasus ini dan isu sosial lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *