Banjir Bandang Hantam Desa di Buleleng, 30 Rumah Terendam Rusak

Desa Sumberklampok yang terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, diterjang banjir bandang yang merusak sejumlah rumah dan tembok warga. Bencana tersebut menyebabkan 30 rumah warga rusak parah dan delapan tembok rumah roboh. Beberapa penduduk juga mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya mengalami luka serius setelah tertimpa tembok yang runtuh.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sumberklampok, Wayan Sawitra Yasa, peristiwa banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Air yang datang secara mendadak dari arah hutan di sisi selatan pemukiman membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Bahkan, beberapa sertifikat tanah milik warga terbawa arus. Beberapa warga yang berusaha menyelamatkan barang berharga mereka mengalami cedera.

Di antara korban, Kadek Adi Suandana mengalami luka berat setelah tertimpa tembok yang ambruk saat ia berusaha menahan tembok dengan kayu. Saat kejadian, Suandana berada di luar rumah, dan meskipun berusaha menghalangi tembok dengan kayu, air yang datang dengan sangat deras membuat tembok tersebut runtuh dan menimpanya. “Air datang sangat cepat. Suandana mencoba menahan tembok, tapi tidak sempat, dan akhirnya tertimpa tembok tersebut,” ujar Wayan Sawitra Yasa.

Selain Suandana, dua warga lainnya juga terluka, satu dengan luka berat dan lainnya dengan luka ringan. Kejadian ini merupakan pertama kalinya terjadi di desa tersebut. Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari satu jam, dan diperkirakan hujan badai yang melanda hutan di sekitar desa menjadi penyebab utama banjir. Air yang datang dari arah hutan tidak mampu ditampung aliran sungai, sehingga meluap dan menerjang rumah warga.

Banjir Bandang Hantam Desa di Buleleng, 30 Rumah Terendam Rusak

Banjir yang datang dengan cepat menyebabkan kerusakan lebih dari Rp 100 juta, mencakup rumah-rumah yang rusak serta tembok yang roboh. Wayan Sawitra Yasa juga menjelaskan bahwa banjir mulai surut sekitar pukul 23.00 WITA, namun banyak warga yang terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang lebih aman karena ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Pembersihan pasca-banjir langsung dilakukan oleh warga dengan bantuan aparat desa serta BPBD Buleleng pada Senin pagi. Lumpur yang menutupi halaman rumah cukup tebal, dan di dalam rumah, lapisan lumpur mencapai kedalaman 3 cm. Warga yang terdampak banjir sementara harus tinggal di tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penilaian terhadap dampak bencana dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan jumlah warga yang terdampak. BPBD juga akan mengusulkan bantuan sosial bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana ini. Tim BPBD akan turun ke lapangan untuk memverifikasi kerugian yang dialami oleh para korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *