Angkatan Udara AS Kehilangan Tujuh Pesawat, Kerugian Bertambah di Tengah Perang Iran

GelanggangNews – Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS) dilaporkan telah kehilangan sedikitnya tujuh pesawat sejak konflik dengan Iran pecah pada akhir Februari 2026. Jumlah ini mencerminkan meningkatnya intensitas pertempuran udara serta risiko tinggi yang dihadapi pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Laporan menyebutkan bahwa tambahan dua pesawat tempur—jenis F-15 dan A-10—yang ditembak jatuh dalam satu hari menjadi faktor utama meningkatnya total kerugian tersebut. Kedua insiden ini terjadi dalam operasi tempur aktif di wilayah udara Iran, menandai eskalasi serius dalam konflik yang masih berlangsung.

Sebelumnya, pada awal Maret, tiga pesawat F-15 milik AS juga dilaporkan jatuh akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Meski seluruh awak berhasil menyelamatkan diri, kejadian ini menambah daftar panjang kerugian yang dialami militer AS.

Selain itu, sebuah pesawat tanker KC-135 dilaporkan jatuh di Irak pada 12 Maret 2026, menewaskan enam personel militer. Tidak hanya itu, satu pesawat pengintai E-3 Sentry juga disebut hancur akibat serangan Iran di pangkalan militer di Arab Saudi.

Di sisi lain, berbagai laporan juga menyebut adanya kehilangan tambahan berupa drone dan pesawat pendukung, meskipun jumlah pastinya masih bervariasi dan belum seluruhnya terkonfirmasi secara resmi.

Meski demikian, klaim dari pihak Iran terkait jumlah pesawat yang ditembak jatuh sering kali belum dapat diverifikasi secara independen, sementara pihak Pentagon juga cenderung membatasi informasi detail terkait kerugian militer mereka.

Konflik yang dikenal dengan nama operasi “Epic Fury” ini terus memanas dan menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait potensi eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Ikuti perkembangan terbaru berita internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *