JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menyita perhatian dunia saat menyatakan bahwa Indonesia siap mencapai penggunaan 100% energi terbarukan dalam satu dekade ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, pada 9 Juli 2025. Namun, mungkinkah ambisi besar ini bisa benar-benar terwujud?
Dokumen terbaru Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang dirilis oleh PT PLN (Persero) menunjukkan bahwa meskipun ada target penambahan 42,6 GW kapasitas energi terbarukan, sebagian besar pembangunan justru direncanakan terjadi setelah 2029—yakni saat masa jabatan Prabowo mungkin sudah selesai. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah target ambisius tersebut akan diwariskan dan dilanjutkan oleh presiden berikutnya?
Tiga Langkah Penting untuk Mewujudkan Energi Bersih 100%
1. Penyesuaian Dokumen Perencanaan Energi
Selama ini, dokumen RUPTL menjadi acuan utama pembangunan sektor ketenagalistrikan. Namun, revisi terbaru baru dilakukan tiap empat tahun sejak pandemi COVID-19. Jika target 100% energi terbarukan ingin dikejar hingga 2035, maka revisi RUPTL harus lebih progresif, dengan penambahan kapasitas energi bersih yang jauh lebih besar dan dimulai dari sekarang.
2. Sinkronisasi dan Reformasi Kebijakan
Sejumlah regulasi justru menunjukkan kontradiksi. Misalnya, Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 yang tetap memberikan ruang bagi pembangunan PLTU di kawasan industri hingga 2050. Sementara itu, RUKN 2024 dan revisi PP No. 79 Tahun 2014 menunjukkan target bauran energi terbarukan yang berbeda-beda, menciptakan ketidakpastian kebijakan yang membuat investor ragu masuk ke sektor ini.
Perlu konsistensi regulasi agar Indonesia menarik minat global untuk membiayai transisi energi yang membutuhkan dana besar, di tengah ruang fiskal negara yang terbatas.
3. Penguatan Infrastruktur dan Smart Grid
PLN telah mencantumkan rencana interkoneksi jaringan listrik antarpulau—seperti Sumatera-Jawa pada 2031 dan Kalimantan-Jawa pada 2034. Ini merupakan langkah penting agar pasokan energi terbarukan bisa menjangkau wilayah yang luas dan menjamin stabilitas sistem kelistrikan nasional. Penerapan smart grid dan sistem penyimpanan energi (baterai) juga menjadi elemen penting dalam mendukung kestabilan pasokan
📌 Simak analisis lengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com













