Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Bali, mencatat adanya 402 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tiga bulan terakhir. Jumlah kasus DBD pada Januari 2025 tercatat sebanyak 120 kasus. Nyoman Budiastawan, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, menyatakan bahwa angka kasus DBD di daerah tersebut masih cukup tinggi. “Sejak bulan November 2024 hingga pertengahan Januari 2025, tercatat total 402 kasus DBD di Buleleng,” ujar Budiastawan pada Selasa (21/1/2025).
Rinciannya, pada bulan November tercatat 111 kasus, kemudian pada bulan Desember 2024 ada 171 kasus, dan pada Januari 2025 terdapat 120 kasus. Sementara itu, jumlah kasus tertinggi pada tahun 2024 terjadi pada bulan April, dengan 348 kasus yang tercatat.
Budiastawan mengingatkan agar hal ini menjadi perhatian bersama untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus yang lebih besar, terutama saat musim hujan seperti saat ini. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan DBD melalui program “Satu Rumah Satu Jumantik,” yang mendorong setiap rumah memiliki satu orang yang bertanggung jawab untuk memeriksa adanya jentik nyamuk di lingkungan sekitar.

“Penting bagi ibu rumah tangga untuk ikut serta karena mereka sering melakukan kegiatan pembersihan rumah dan sangat mengenal kondisi di sekitar tempat tinggal mereka,” tambahnya.
Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan edukasi terkait langkah pencegahan, seperti 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) dan fogging. Selain itu, pihaknya mengeluarkan edaran kepada setiap desa untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara menyeluruh. Dinkes Buleleng juga berkolaborasi dengan puskesmas dan Posyandu di tingkat desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.
“Diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pencegahan dan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Waspada terhadap DBD tetap harus ditingkatkan untuk menghindari lonjakan kasus baru,” tutup Budiastawan.
Sumber: www.gelanggangnews.com







