Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pengembang aplikasi Jagat untuk membahas masalah yang muncul akibat permainan “Koin Jagat” yang tengah viral. Permainan yang awalnya menarik perhatian ini ternyata menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik, dan hal tersebut menjadi perhatian pemerintah.
Nezar menyatakan bahwa meski aplikasi Jagat memiliki konsep yang inovatif dan kreatif, permainan berburu koin yang diperkenalkan dalam aplikasi tersebut telah menimbulkan efek negatif. Sejumlah pengguna yang tergoda untuk berburu koin berhadiah besar justru merusak taman dan ruang publik yang seharusnya dijaga.
“Sudah kami panggil, dan diskusi mengenai hal ini sedang berlangsung. Pengembang aplikasi juga sudah menerima sejumlah keluhan terkait kerusakan fasilitas yang disebabkan oleh permainan ini,” ungkap Nezar dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Rabu (15/1).
Menurut Nezar, banyak pengguna yang belum memahami bahwa aktivitas berburu koin di ruang publik justru dapat merusak lingkungan sekitar. Kemkominfo telah memberi penjelasan kepada pihak pengembang agar bisa mengubah mekanisme permainan demi menghindari kerugian yang lebih besar.
Ke depannya, pengembang berencana untuk memperkenalkan konsep permainan baru yang lebih bermanfaat dan tidak merusak fasilitas publik. “Kami berharap pengembang bisa mengubah pola permainan ini, sehingga tidak menyebabkan kerusakan. Kami juga mendukung rencana mereka untuk menciptakan program yang lebih edukatif dan positif,” tambah Nezar.

Meskipun permainan ini menimbulkan dampak yang merugikan, Nezar menegaskan bahwa pihaknya tidak berencana untuk menutup aplikasi Jagat. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung inovasi dan kreativitas, asalkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Awalnya, aplikasi Jagat dirancang sebagai platform sosial untuk mempererat hubungan antara pengguna dengan keluarga dan teman. Aplikasi ini memungkinkan pengguna berbagi lokasi secara real-time, serta menandai tempat-tempat favorit. Namun, setelah permainan “Koin Jagat” diperkenalkan, fenomena berburu koin berhadiah besar justru memicu kerumunan yang merusak fasilitas publik, seperti yang terlihat di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta dan Taman Tegalaga di Bandung.
Polda Metro Jaya juga telah memperingatkan masyarakat bahwa mereka akan menindak tegas setiap individu yang merusak fasilitas umum dalam kegiatan berburu koin tersebut.
Sumber: www.gelanggangnews.com

