Pada 13 Januari 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mendiskusikan berbagai bentuk dukungan militer bagi Ukraina dalam menghadapi konflik yang masih berlangsung dengan Rusia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin berbicara panjang lebar mengenai pengiriman peralatan militer dan pelatihan bagi pasukan Ukraina. Selain itu, mereka juga membahas kemungkinan penempatan pasukan dari negara-negara mitra ke Ukraina, meskipun Zelensky tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis pasukan tersebut—apakah mereka akan bertindak sebagai pasukan penjaga perdamaian atau pasukan tempur.

Gagasan penempatan pasukan Barat ke Ukraina bukanlah hal baru. Pada Desember 2023, Presiden Macron juga mengemukakan ide tentang pengiriman pasukan penjaga perdamaian jika tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia. Meskipun banyak seruan internasional untuk menghentikan permusuhan dan menawarkan solusi damai, hingga kini kedua belah pihak masih belum mencapai kesepakatan, dan pertempuran terus berlanjut sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Sumber: www.gelanggangnews.com

