Update Banjir Bandang Pasaman: Satu Korban Ditemukan Meninggal, Tim SAR Masih Cari Satu Warga Lainnya

GelanggangNews – PASAMAN – Upaya pencarian terhadap korban banjir bandang di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, mulai membuahkan hasil. Pada Selasa (14/4/2026) malam, tim gabungan berhasil menemukan satu dari dua warga yang dilaporkan hanyut terseret arus.

Penemuan Korban Pertama

Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengonfirmasi bahwa korban yang ditemukan bernama Meji Ardi (37), seorang warga asal Kabupaten Pasaman Barat. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.40 WIB, berjarak satu kilometer dari titik awal lokasi kejadian.

“Kondisi tubuh korban saat ditemukan mengalami sejumlah luka lecet. Tim segera mengevakuasi jenazah ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Novi.

Fokus Pencarian Korban Kedua

Hingga saat ini, satu korban lainnya bernama Dewi Hayati (50) masih belum ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, menyatakan bahwa operasi pencarian dihentikan sementara pada malam hari dan dilanjutkan kembali pada Rabu (15/4/2026) pagi.

“Pencarian lanjutan bersama Basarnas dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB. Kami akan menyisir area di sekitar lokasi aliran sungai tempat kedua korban dilaporkan hilang,” jelas Mardianto.

Kronologi Kejadian

Tragedi ini bermula ketika kendaraan yang ditumpangi kedua korban terjebak arus deras saat melintasi jembatan di dekat Kantor Wali Nagari Alahan Mati. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB menyebabkan sungai Batang Nigi dan Batang Pulan meluap hebat.

Selain kedua korban tersebut, terdapat lima warga lain (termasuk seorang balita) yang sempat terjebak di tengah kepungan banjir. Beruntung, mereka berhasil dievakuasi dengan selamat ke rumah kerabat terdekat.


Dampak Kerusakan Material dan Infrastruktur

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Pasaman, banjir bandang ini menimbulkan dampak kerusakan yang cukup luas di beberapa titik:

1. Nagari Alahan Mati & Alahan Mati Ilia

  • Pemukiman: 3 rumah mengalami kerusakan berat dan 19 rumah terendam air.

  • Fasilitas Publik: Kantor Wali Nagari Alahan Mati Ilia ikut terendam dan fondasi jembatan mengalami kerusakan.

  • Sektor Pertanian: Sekitar 50 hektar lahan pertanian warga terdampak, mengancam potensi gagal panen.

2. Kecamatan Bonjol

  • Akses transportasi menuju Duyun Kunyik terputus total akibat jalan yang tergerus arus sungai yang sangat kuat.

3. Kecamatan Lubuk Sikaping

  • Pohon tumbang sempat menutup akses jalan dan memicu kemacetan panjang. Namun, petugas telah berhasil melakukan evakuasi pohon sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Penanganan Saat Ini

Saat ini, personel gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masyarakat masih bersiaga di lokasi. Selain fokus pada pencarian korban hilang, petugas juga terus melakukan pendataan valid terkait kerugian materiil serta membantu evakuasi warga yang terdampak di titik-titik rawan longsor dan banjir susulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *