TASIKMALAYA – Atap gazebo di FKIP Unsil Tasikmalaya roboh saat mahasiswa menggunakan lokasi itu untuk latihan drama pada Minggu (16/11/2026). Kejadian itu menyebabkan 17 mahasiswa luka-luka dan harus menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsil, Nana Sujana, membenarkan insiden Unsil tasikmalaya ambruk tersebut. Ia menjelaskan bahwa gazebo yang runtuh itu berada di luar Gedung Dekanat dan mahasiswa sering menggunakan tempat tersebut untuk kegiatan luar ruang.
Nana menyampaikan bahwa Unsil ambruk terjadi ketika sekelompok mahasiswa menjalani latihan untuk mata kuliah apresiasi drama. Karena perkuliahan libur pada hari Minggu, para mahasiswa berinisiatif menggunakan gazebo untuk berlatih di luar jam kuliah.
Ia menegaskan bahwa kampus mengizinkan aktivitas mahasiswa di luar jam kuliah selama mereka mengikuti aturan, dan pihak kampus langsung bergerak begitu menerima laporan Unsil tasikmalaya ambruk. Nana menerima foto dari pegawai dan segera mengoordinasikan penanganan darurat bersama pimpinan kampus serta tim kesehatan.
Nana menyebut insiden Unsil tasikmalaya ambruk membuat satu mahasiswa dirawat di RSUD dr. Soekardjo, enam mahasiswa dirawat di RS TMC, dan sebelas mahasiswa dirawat di Klinik Unsil. Kampus menanggung penuh biaya perawatan.
Ia menambahkan bahwa beberapa mahasiswa korban Unsil tasikmalaya ambruk sudah pulang karena kondisinya membaik, sementara lainnya masih menjalani perawatan lanjutan.
Terkait penyebab Unsil tasikmalaya ambruk, Nana menjelaskan dugaan awal bahwa pihak kampus membangun gazebo itu pada 2019 dengan rangka baja ringan dan genting jenis M kelas. Ia menegaskan bahwa cuaca tidak memicu runtuhnya bangunan karena saat kejadian tidak muncul hujan maupun angin.
Pihak kampus telah menurunkan tim konstruksi untuk menyelidiki penyebab Unsil tasikmalaya ambruk dan mengecek kondisi struktur di area sekitar. Tim akan mengumumkan hasil investigasi setelah mereka menyelesaikan pemeriksaan teknis. (*)











