GelanggangNews – Polewali Mandar – Nasib malang menimpa seorang lansia bernama Pindah (70) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Niat sucinya untuk berangkat ke Tanah Suci harus tertunda setelah uang tabungan umrah sebesar Rp 60 juta ikut hangus dalam musibah kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah pada Rabu malam (13/5/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa kebakaran ini terjadi di Lingkungan Salurebong, Kelurahan Matakali, sekitar pukul 19.00 WITA. Kobaran api diduga kuat berasal dari kebocoran tabung gas LPG saat korban sedang beraktivitas di dapur.
Menurut keterangan Pamapta Polsek Urban Wonomulyo, Aipda Setio Unturo, api muncul secara tiba-tiba dan langsung menyambar tabung gas yang berada di dekat area memasak.
“Korban sedang memasak di dapur dan mendapati api menyambar tabung gas yang bahkan tidak terpasang di kompor. Tak lama, terdengar suara ledakan saat api mulai membesar,” jelas Setio.
Kerugian Materiil dan Luka Bakar
Pindah dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki. Luka tersebut didapat saat ia mencoba menerobos masuk ke dalam rumah yang terbakar demi menyelamatkan harta bendanya, meski akhirnya dilarang oleh warga sekitar demi keselamatannya.
Selain bangunan yang rata dengan tanah, kerugian yang paling memukul korban adalah hilangnya uang tunai sebesar Rp 60 juta. Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Udin, uang tersebut adalah hasil tabungan korban selama bertahun-tahun yang rencananya akan digunakan untuk biaya ibadah umrah.
Penanganan dan Dampak
Api dengan cepat merembet karena konstruksi bangunan yang bersifat semi-permanen. Sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Berkat kerja sama petugas dan warga setempat, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke bangunan lainnya.
Ringkasan Fakta Musibah:
Lokasi: Lingkungan Salurebong, Kec. Matakali, Polman.
Waktu: Rabu, 13 Mei 2026, pukul 19.00 WITA.
Penyebab: Kebocoran gas LPG.
Korban: 2 rumah terbakar (milik keluarga Pindah).
Total Kerugian: Ditaksir mencapai Rp 400 juta.
Korban Jiwa: Nihil (Hanya luka ringan pada kaki korban).
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun duka mendalam menyelimuti keluarga korban mengingat jerih payah untuk beribadah umrah kini sirna dalam sekejap.











