SEMARANG — Di tengah meningkatnya tensi sosial dan dinamika politik nasional, Universitas Diponegoro serukan perdamaian terkait situasi bangsa. Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, dalam forum akademik terbuka yang digelar di Gedung Prof. Soedarto, Semarang, Jumat (5/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Undip mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk turut menjaga stabilitas nasional dan mendorong terciptanya dialog yang konstruktif. Menurut Prof. Yos Johan, perguruan tinggi tidak boleh bersikap apatis terhadap situasi bangsa, apalagi saat terjadi polarisasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kami menyadari pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons kondisi nasional. Oleh karena itu, Universitas Diponegoro serukan perdamaian terkait situasi bangsa sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual,” ujarnya.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul berbagai aksi unjuk rasa dan gesekan sosial yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini, baik yang dipicu oleh isu politik, ekonomi, maupun kebijakan publik. Undip menilai bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara damai dan bermartabat.
Dalam pernyataannya, Universitas Diponegoro serukan perdamaian terkait situasi bangsa tidak hanya sebagai ajakan moral, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan nasional “Kampus untuk Kedamaian” yang kini tengah digaungkan oleh sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

“Bangsa ini dibangun oleh dialog, bukan oleh konflik. Mahasiswa dan dosen Undip harus menjadi pelopor dalam menyebarkan semangat persatuan,” tambah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Retno Lestari.
Reaksi positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus. Ketua BEM Undip, Rahman Prasetyo, menyatakan dukungannya terhadap seruan damai ini. “Kami siap menjadi bagian dari gerakan damai dan akan terus menyuarakan aspirasi secara cerdas, santun, dan tidak anarkis,” katanya.
Seruan ini juga disambut baik oleh pemerintah daerah Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Triyono menyatakan bahwa suara kampus merupakan energi moral yang sangat dibutuhkan bangsa dalam merawat harmoni dan demokrasi. Ia berharap seruan dari Universitas Diponegoro serukan perdamaian terkait situasi bangsa dapat menginspirasi kampus lain untuk bersikap serupa.
Langkah Undip dinilai sebagai contoh positif bagaimana institusi pendidikan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Dalam masa yang penuh tantangan ini, suara kampus menjadi penyeimbang antara kepentingan politik dan kepentingan rakyat.
Untuk berita pendidikan, sosial, dan nasional terbaru lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.












