Tutup Retret Kepsek-Guru Sekolah Rakyat, Wamensos Bicara Sistem Pendidikan

Bogor – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Paiman Raharjo menghadiri penutupan kegiatan retret kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (21/8). Dalam kesempatan tersebut, Wamensos bicara sistem pendidikan nasional yang dinilainya harus lebih inklusif dan berorientasi pada karakter.

Kegiatan retret ini diikuti oleh puluhan pendidik dari berbagai wilayah yang tergabung dalam jaringan Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi dan menyegarkan kembali visi pendidikan berbasis kerakyatan. Saat tutup retret kepsek-guru Sekolah Rakyat, Wamensos bicara sistem pendidikan secara terbuka dan mengajak para peserta untuk berpikir kritis terhadap tantangan dunia pendidikan saat ini.

Dalam pidatonya, Paiman menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan nilai akademis, tetapi juga soal membentuk manusia yang berintegritas dan peduli terhadap sesama. “Sistem pendidikan kita masih harus banyak berbenah, terutama dalam hal pemerataan akses dan penguatan nilai-nilai sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat tutup retret kepsek-guru Sekolah Rakyat, Wamensos bicara sistem pendidikan dengan menyentuh isu ketimpangan pendidikan di daerah terpencil. Menurutnya, masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan hak pendidikan secara layak akibat kendala geografis dan ekonomi. Ia pun menyatakan dukungan terhadap model Sekolah Rakyat yang selama ini dikenal mengedepankan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas.

“Kami di Kementerian Sosial siap menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan alternatif seperti Sekolah Rakyat, karena peran mereka sangat penting dalam menjangkau kelompok marginal,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah yang terus berjuang meskipun dengan fasilitas yang terbatas.

Kegiatan retret ini diisi dengan berbagai sesi refleksi, lokakarya, serta diskusi kebijakan pendidikan dari perspektif akar rumput. Salah satu peserta, Siti Rahma, kepala sekolah dari Sekolah Rakyat di Flores Timur, menyebut bahwa forum ini sangat membantunya memahami tantangan pendidikan dari berbagai daerah. “Kami saling menguatkan dan membangun semangat baru untuk melayani anak-anak bangsa,” katanya kepada GELANGGANG NEWS.

Menutup kegiatan, Paiman mengingatkan bahwa masa depan pendidikan tidak bisa diserahkan hanya kepada negara, tetapi juga kepada masyarakat sipil yang aktif dan peduli. Tutup retret kepsek-guru Sekolah Rakyat, Wamensos bicara sistem pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adil dan manusiawi.

Ia juga berharap Sekolah Rakyat dapat terus menjadi contoh bagi praktik pendidikan yang berpihak kepada rakyat kecil, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam memperbaiki kebijakan. Pemerintah, kata Paiman, terbuka terhadap masukan dari akar rumput demi terciptanya transformasi pendidikan yang lebih menyeluruh.

Untuk berita dan informasi pendidikan terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *