GelanggangNews – WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran militer di Pulau Kharg, Iran, Jumat (13/3/2026). Dia menuturkan bahwa serangan kali ini difokuskan pada objek militer, sebagaimana dilansir AFP. Trump memberikan peringatan keras bahwa AS tidak akan ragu untuk menghancurkan seluruh infrastruktur minyak di pulau tersebut jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengklaim bahwa Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) telah melaksanakan salah satu operasi pengeboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah.
“Komando Pusat AS telah melaksanakan salah satu serangan bom paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya memusnahkan setiap target militer di ‘permata mahkota’ Iran, Pulau Kharg,” tulis Trump.
Kendati demikian, Trump mengaku masih menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas produksi minyak yang menjadi tumpuan ekonomi Iran tersebut. Namun, keputusan itu bisa berubah sewaktu-waktu. “Saya telah memilih untuk tidak menyapu bersih infrastruktur minyak di pulau tersebut. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan apa pun untuk mengganggu lalu lintas kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkannya kembali,” ucap Trump.
Signifikansi Pulau Kharg
Pulau Kharg memiliki peran yang sangat vital bagi stabilitas ekonomi Iran. Terletak sekitar 30 kilometer dari daratan utama Iran, pulau yang luasnya hanya sepertiga dari Pulau Manhattan ini merupakan pusat ekspor minyak utama. Berdasarkan catatan dari JP Morgan, Pulau Kharg mengelola sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.
Oleh karena itu, setiap aksi militer di wilayah ini diprediksi akan membawa dampak sistemik global. “Serangan langsung akan segera menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran, yang kemungkinan besar akan memicu pembalasan parah di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi regional,” ungkap JP Morgan.
Konflik di Timur Tengah, yang dipicu serangan AS-Israel di Iran pada 28 Februari, telah memberikan tekanan besar pada jalur perdagangan maritim. Serangan-serangan Iran sebelumnya dilaporkan telah melumpuhkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur yang menjadi perlintasan bagi seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.
Kondisi ini juga berdampak pada melonjaknya harga bahan bakar di AS. Menanggapi situasi tersebut, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan segera mengambil tindakan nyata. Trump menyebut Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melewati selat tersebut dalam waktu dekat demi memulihkan ekspor minyak dan menekan harga gas di dalam negeri yang kian melambung.
Secara historis, Pulau Kharg mulai dikembangkan secara besar-besaran pada medio 1960-an dan 1970-an saat ekspansi industri minyak Iran. Wilayah ini dipilih karena sebagian besar pesisir Iran lainnya terlalu dangkal untuk disandari oleh kapal tanker raksasa.













