GelanggangNews – ROMA – Sebanyak 19 jenazah migran ditemukan di dalam sebuah perahu karet di selatan Pulau Lampedusa, Italia. Perahu tersebut ditemukan oleh penjaga pantai Italia pada Rabu (1/4/2026).
Dilansir dari AFP, sebanyak 58 orang lainnya, termasuk lima anak-anak, ditemukan dalam keadaan hidup selama proses penyelamatan pada Rabu dini hari. Juru bicara penjaga pantai, Roberto D’Arrigo, menyatakan bahwa para migran tersebut telah diangkut ke Lampedusa.
Wali Kota Lampedusa, Filippo Mannino, menyebutkan bahwa tujuh orang, termasuk dua anak-anak, saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami hipotermia dan keracunan akibat asap hidrokarbon. Penyelamatan oleh penjaga pantai dilakukan sekitar 135 kilometer (85 mil) dari pulau tersebut, tepatnya di dalam wilayah perairan pencarian dan penyelamatan Libya.
D’Arrigo menjelaskan bahwa perahu itu awalnya terlihat hanyut oleh pesawat pengintai Italia pada Selasa (31/3/2026). Namun, karena tidak ada kapal penjaga pantai Libya maupun kapal sipil di sekitar lokasi untuk membantu, pihak Italia segera mengirimkan kapal penjaga pantai dari Lampedusa.
D’Arrigo menambahkan bahwa beberapa migran kemungkinan meninggal dunia saat dalam proses pengangkutan kembali ke Lampedusa akibat kondisi cuaca yang sangat buruk, dengan gelombang mencapai ketinggian tujuh meter. Gambar yang dirilis oleh kantor berita ANSA menunjukkan proses penurunan kantong jenazah dari kapal penjaga pantai di dermaga.
Lampedusa merupakan titik pendaratan utama bagi para migran yang menyeberangi Laut Mediterania dari Afrika Utara. Banyak di antara mereka yang tewas saat mencoba melakukan perjalanan berbahaya tersebut.
“Kami sangat sedih atas insiden tragis lainnya di Mediterania,” tulis badan pengungsi PBB (UNHCR) melalui akun X mereka. UNHCR menambahkan bahwa perwakilannya saat ini tengah memberikan dukungan segera kepada para korban yang selamat.
Berdasarkan data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB, sepanjang tahun ini tercatat 624 migran telah meninggal atau hilang di Mediterania Tengah. Sementara itu, menurut Kementerian Dalam Negeri Italia, sebanyak 6.117 migran telah mendarat di pantai Italia sepanjang tahun 2026.
Dalam insiden terpisah pada Rabu, 19 migran asal Afganistan, termasuk seorang bayi, dilaporkan tewas ketika sebuah perahu karet tenggelam di Laut Aegea, lepas pantai barat daya Turki.











