GelanggangNews – PUNCAK – Aksi kekerasan kembali dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kelompok bersenjata tersebut dilaporkan melakukan pembakaran rumah warga dan melepaskan tembakan membabi buta yang menyebabkan lima orang penduduk sipil terluka, termasuk tiga di antaranya adalah anak-anak dan balita.
Kronologi Kejadian dan Kontak Tembak
Peristiwa berdarah ini bermula saat anggota OPM melakukan aksi pembakaran pemukiman warga. Merespons laporan tersebut, Satgas Koops TNI Habema segera melakukan pengejaran ke lokasi. Dalam proses pengejaran, kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata tidak terhindarkan.
Anggota OPM yang terdesak kemudian dipukul mundur ke arah Galupaga, Kampung Kembru. Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema, menjelaskan bahwa saat melarikan diri, pelaku melepaskan tembakan secara acak menggunakan senjata mesin otomatis ringan.
“Tembakan tersebut dilepaskan secara membabi buta ke arah prajurit, namun justru mengenai warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” ujar Letkol Wirya pada Rabu (15/4/2026).
Identitas Korban dan Pelaku
Berdasarkan investigasi lapangan, pelaku penyerangan diduga kuat berasal dari OPM Kodap III/Sinak di bawah pimpinan Lekagak Telenggen. Serangan tersebut mengakibatkan lima orang warga mengalami luka tembak serius, yakni:
NK (Dewasa)
AT (Dewasa)
DW (Balita, usia 3 tahun)
AW (Anak, usia 5 tahun)
OW (Anak, usia 6 tahun)
Evakuasi dan Kondisi Pengungsi
Pasca kejadian, suasana di lokasi mencekam. Demi menyelamatkan diri, kelima korban bersama puluhan warga lainnya terpaksa berjalan kaki sejauh puluhan kilometer. Mereka melewati medan pegunungan yang terjal dan ekstrem untuk mencapai pos keamanan terdekat.
Saat ini, para korban luka telah berhasil dievakuasi ke Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya. Di sana, mereka mendapatkan perlindungan serta perawatan medis intensif dari tim kesehatan TNI.
Hingga berita ini diturunkan, personel Satgas Koops TNI Habema masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi serangan susulan serta memastikan keamanan warga di wilayah terdampak.













