Tragedi Berdarah di Lorong Cerating Damai: Satu Keluarga Tewas di Tangan Sang Ayah

GelanggangNews – KUANTAN, MALAYSIA – Suasana tenang di pemukiman Lorong Cerating Damai, Kuantan, berubah mencekam pada Selasa pagi (17/2/2026). Warga digemparkan dengan penemuan lima jenazah anggota keluarga yang tewas di dalam satu rumah. Korban terdiri dari pasangan suami istri, dua balita perempuan, serta seorang wanita lanjut usia.

Pihak kepolisian meyakini bahwa insiden ini merupakan kasus pembunuhan yang diikuti dengan tindakan bunuh diri oleh sang kepala keluarga.

Penemuan Jasad oleh Sang Adik

Misteri kematian satu keluarga ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat. Adalah adik laki-laki tersangka yang berusia 15 tahun yang pertama kali menyaksikan pemandangan mengerikan tersebut. Remaja yang juga tinggal di rumah yang sama itu segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dalam kondisi trauma.

Kepala Kepolisian Pahang, Datuk Seri Yahaya Othman, menjelaskan bahwa jasad para korban ditemukan di dua titik berbeda di dalam rumah tersebut.

  • Di dalam kamar tidur utama, petugas menemukan empat jenazah yang terbujur kaku, yakni pria berusia 32 tahun (diduga pelaku), istrinya yang berusia 28 tahun, serta dua putri kecil mereka yang masing-masing baru berusia tiga dan empat tahun.

  • Di area dapur, polisi menemukan jenazah sang nenek yang berusia 55 tahun.

Dugaan Kekerasan Menggunakan Senjata Tajam

Berdasarkan investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menemukan adanya luka-luka fisik yang nyata pada tubuh para korban. Dugaan sementara mengarah pada penggunaan senjata tajam berupa pisau.

Pria berusia 32 tahun tersebut diduga kuat telah menyerang ibu, istri, dan kedua anaknya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi resmi dan pemeriksaan tim forensik untuk memastikan urutan kejadian dan penyebab pasti kematian masing-masing korban.

Riwayat Pekerjaan dan Kondisi Tersangka

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian mengungkap bahwa tersangka baru saja mengalami transisi besar dalam hidupnya. Sekitar satu bulan yang lalu, pria tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di Selangor dan kembali ke rumah keluarga besarnya di Kuantan.

Menurut Datuk Seri Yahaya, pria tersebut sebenarnya baru saja mendapatkan pekerjaan baru di Kuantan dan baru menjalani masa kerja selama satu minggu.

“Kami masih mendalami penyelidikan untuk mengungkap apa yang menjadi motif sebenarnya di balik aksi nekat ini. Tim forensik masih bekerja di lokasi untuk mengumpulkan setiap detail bukti yang ada,” ungkap Yahaya dalam keterangannya kepada media.

Duka Mendalam di Lokasi Kejadian

Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih melingkari kediaman korban. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas, terutama karena melibatkan dua anak di bawah umur yang menjadi korban dalam perselisihan atau tekanan yang belum diketahui secara pasti.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh terkait kondisi mental atau masalah pribadi keluarga tersebut hingga hasil penyelidikan menyeluruh dirilis secara resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *