Tiggo 8 CSH Dikeluhkan Mati Mendadak-AC Tak Dingin, Begini Penjelasan Chery

Jakarta – Kehadiran Chery Tiggo 8 CSH, SUV terbaru berteknologi plug-in hybrid (PHEV) dari PT Chery Sales Indonesia (CSI), awalnya disambut antusias oleh pasar otomotif Tanah Air. Namun, belum lama diluncurkan, sejumlah konsumen mulai menyampaikan keluhan terkait performa kendaraan yang dinilai belum maksimal. Beberapa laporan menyebutkan mobil mengalami mati mendadak saat dikendarai serta sistem pendingin udara (AC) yang tidak bekerja optimal.


Keluhan Konsumen yang Mengemuka

Salah satu pemilik Tiggo 8 CSH mengaku mendapati AC mobil hanya menghembuskan angin tanpa dingin, meski usia pemakaian kendaraan masih hitungan hari. Keluhan berlanjut ketika unit tersebut digunakan untuk perjalanan jauh; mobil disebut tiba-tiba kehilangan tenaga di jalan tol dan harus ditarik menggunakan towing service.

Kasus serupa juga ditemukan pada pengguna lain. Mereka melaporkan AC tidak berfungsi dengan baik, transmisi berpindah sendiri ke posisi netral saat mobil melaju, hingga indikator aki yang menyala tanpa sebab jelas. Masalah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik maupun calon konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli Tiggo 8 CSH.


Penjelasan Resmi Chery

Menanggapi isu tersebut, CSI melalui Head of Brand Department, Rifkie Setiawan, memberikan klarifikasi. Ia menyebut masalah yang dialami konsumen sebagian besar bersumber dari perangkat lunak (software) kendaraan yang masih perlu penyempurnaan. Gangguan bug pada modul kendaraan menyebabkan interaksi sistem tidak berjalan stabil.

Soal AC tidak dingin, pihak Chery menjelaskan hal itu bisa dipicu oleh suhu baterai yang meningkat saat kendaraan menempuh perjalanan panjang dengan kecepatan tinggi. Ketika suhu baterai naik, performa AC kabin bisa berkurang, namun akan kembali normal setelah suhu baterai turun dan stabil.

Sedangkan untuk masalah transmisi yang berpindah sendiri serta mesin yang mogok, Chery menemukan indikasi gangguan pada modul BDM (Body Domain Module). Gangguan ini diduga dipicu faktor eksternal, misalnya masuknya air ke area dashboard akibat pemasangan kaca film yang tidak sesuai standar, sehingga memengaruhi kerja sensor dan sistem kelistrikan.


Perlukah Recall Massal?

Banyak pihak mempertanyakan apakah Chery akan melakukan recall terhadap Tiggo 8 CSH. Menjawab hal itu, manajemen CSI menegaskan bahwa kasus ini tidak bersifat masif. Dengan kata lain, tidak semua unit Tiggo 8 CSH mengalami permasalahan serupa. Karena itu, perusahaan menilai recall belum diperlukan.

Sebagai langkah solusi, Chery memprioritaskan pembaruan software dan peningkatan layanan after sales. Perusahaan mengaku terus memantau laporan dari konsumen, melakukan pemeriksaan di bengkel resmi, serta memastikan unit yang terdampak mendapat penanganan cepat.


Dampak bagi Konsumen dan Pasar

Kehadiran masalah ini tentu menjadi catatan penting bagi Chery. Sebagai pemain baru di segmen SUV hybrid, CSI perlu menunjukkan komitmen menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan. Konsumen berharap setiap keluhan ditangani transparan, sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga.

Bagi calon pembeli, kasus ini dapat menjadi pertimbangan untuk lebih cermat memeriksa kondisi unit, memastikan software sudah mendapat update terbaru, dan memanfaatkan layanan garansi resmi.


Kesimpulan

Kasus Tiggo 8 CSH dikeluhkan mati mendadak dan AC tidak dingin menegaskan bahwa produk otomotif modern, khususnya berbasis elektrifikasi, memerlukan perhatian ekstra pada integrasi antara perangkat keras dan software. Meski belum berujung pada recall, langkah cepat Chery dalam melakukan pembaruan sistem dan peningkatan layanan purna jual akan sangat menentukan nasib SUV hybrid unggulannya di Indonesia.


Gelanggang News – berita otomotif terkini, tajam, dan terpercaya. Baca informasi lengkap lainnya hanya di www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *