Konten Kreator Rekam SPG GIIAS 2026 Tanpa Izin, Viral dan Disorot DPR

GelanggangNews (Utama) – Jakarta – Media sosial diramaikan oleh kontroversi konten kreator Emanuel Bryan alias Ebem Martono yang merekam SPG di ajang GIIAS 2026 tanpa izin.

Konten kreator Emanuel Bryan dengan akun @ebemartono menjadi sorotan publik setelah videonya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 memicu kontroversi. Ia diduga merekam seorang usher atau sales promotion girl (SPG) tanpa persetujuan menggunakan kamera tersembunyi di kacamatanya. Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dengan narasi bertema cara mendekati cewek.

Polemik bermula dari curahan hati seorang usher melalui akun Threads @leonnyluhendo yang mengaku sebagai sosok yang direkam dalam video tersebut tanpa memberikan izin. Sang usher mengaku baru mengetahui dirinya direkam setelah video tersebut beredar di media sosial. Dalam unggahannya, perempuan yang bekerja sebagai freelancer di GIIAS 2026 itu menceritakan bahwa awalnya dua orang kreator konten menghampiri booth tempatnya bertugas dan bertanya mengenai spesifikasi mobil.

Ia merasa hak privasinya dilanggar dan kemudian menghubungi kreator konten melalui pesan langsung untuk meminta agar video tersebut dihapus. Namun menurut pengakuannya, permintaan itu sempat ditolak dengan alasan perekaman dilakukan di ruang publik. Bahkan beredar kabar bahwa usher lain yang meminta video mereka dihapus malah dimintai sejumlah uang sebagai biaya produksi.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menilai tindakan merekam seseorang secara diam-diam tanpa persetujuan dapat menimbulkan persoalan hukum. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga merespons keras hingga mendesak agar yang bersangkutan diproses hukum karena berpotensi melanggar UU Perlindungan Data Pribadi. Setelah menuai kritik luas, Emanuel Bryan akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah pada Senin 3 Agustus 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *