Gelanggang News — Bencana banjir melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setelah tanggul sungai jebol di sejumlah titik akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Dampak dari kejadian ini cukup luas, dengan 10 desa di enam kecamatan dilaporkan terendam air dan ratusan warga terdampak langsung.
Banjir mulai terjadi sejak hujan deras turun dengan durasi panjang, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi tanggul yang tidak mampu menahan tekanan air akhirnya jebol dan air meluap ke kawasan permukiman warga. Beberapa kecamatan yang terdampak di antaranya Nalumsari, Kembang, Donorojo, Welahan, Mayong, dan Kalinyamatan.
Ketinggian air bervariasi di setiap wilayah, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari setengah meter. Genangan air merendam rumah warga, fasilitas umum, jalan desa, serta lahan pertanian. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara menyatakan bahwa tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Langkah yang dilakukan meliputi pendataan korban terdampak, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan koordinasi lintas instansi guna menangani tanggul yang jebol agar tidak terjadi banjir susulan. Upaya perbaikan darurat dan penguatan tanggul menjadi prioritas, terutama di wilayah yang dinilai rawan terdampak kembali jika hujan lebat turun.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air sungai. Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Untuk informasi terkini seputar bencana dan berita nasional lainnya, kunjungi https://gelanggangnews.com/











