Jakarta – Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, secara resmi menunjuk lima Staf Khusus (Stafsus) dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/2).
Kelima individu yang kini mengemban peran sebagai Stafsus Menhan adalah:
- Mayjen TNI (Purn) Sudrajat – Stafsus Bidang Diplomasi Pertahanan
- Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P. – Stafsus Bidang Tata Negara
- Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo (Deddy Corbuzier) – Stafsus Bidang Komunikasi Sosial dan Publik
- Dr. Lenis Kogoya, S.Th., M.Hum. – Stafsus Bidang Kedaulatan NKRI
- Indra Irawan – Stafsus Bidang Ekonomi Pertahanan
Menurut Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, selaku Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan RI, pengangkatan Stafsus ini sudah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 140 Tahun 2024. Regulasi tersebut menyebutkan bahwa setiap kementerian berhak menunjuk hingga lima Stafsus setelah mendapat restu dari Presiden.
Hak dan Fasilitas Stafsus
Sebagai pejabat setingkat eselon 1b, para Stafsus berhak atas sejumlah fasilitas dan tunjangan. Berdasarkan Perpres Nomor 10 Tahun 2024, gaji pokok mereka berkisar antara Rp 3,8 juta hingga Rp 6,3 juta per bulan, ditambah tunjangan kinerja yang dapat mencapai Rp 20 juta hingga Rp 33 juta per bulan, tergantung pada kebijakan masing-masing kementerian.
Selain itu, mereka juga mendapatkan berbagai fasilitas dari Kemhan, termasuk kendaraan dinas yang dilengkapi pelat nomor khusus kementerian.
Frega memastikan bahwa seluruh proses pengangkatan ini telah melalui prosedur yang berlaku dan telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Deddy Corbuzier dan Perannya di Kemhan
Sebelum diangkat sebagai Stafsus, Deddy Corbuzier sempat menerima pangkat Letnan Kolonel (Letkol) Tituler dari Prabowo Subianto pada tahun 2022. Kini, dalam peran barunya sebagai Stafsus Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deddy diharapkan mampu memperkuat strategi komunikasi Kemhan agar lebih efektif menjangkau masyarakat.
Dengan latar belakangnya sebagai figur publik yang aktif di dunia media, kehadiran Deddy dalam jajaran Stafsus Menhan dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan keterbukaan dan penyampaian informasi terkait isu pertahanan nasional kepada publik.
Apakah strategi ini akan membawa perubahan signifikan dalam komunikasi publik Kemhan? Waktu yang akan menjawabnya.
Sumber: www.gelanggangnews.com
