Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengajak berbagai elemen pendidikan untuk turut memberikan masukan terkait peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi, guru, mahasiswa, hingga pelajar sangat penting agar MPR dapat menghadirkan layanan yang lebih terbuka, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ajakan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang dihadiri oleh perwakilan sekolah, perguruan tinggi, serta lembaga pendidikan nonformal. Dalam kesempatan tersebut, Siti Fauziah menegaskan bahwa pelayanan publik MPR tidak hanya terbatas pada kegiatan kelembagaan, tetapi juga menyangkut keterhubungan langsung dengan masyarakat melalui berbagai program edukasi kebangsaan.
Pentingnya Sinergi Dunia Pendidikan dan Lembaga Negara
Menurut Siti, dunia pendidikan memiliki peran vital dalam membentuk pola pikir kritis sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Oleh sebab itu, masukan dari elemen pendidikan diyakini dapat memperkuat strategi komunikasi dan pelayanan publik MPR.
“Pelayanan publik yang baik harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda yang saat ini akrab dengan teknologi digital. Maka, masukan dari sektor pendidikan akan menjadi energi baru untuk memperbaiki sistem yang ada,” jelasnya.
Fokus pada Edukasi Kebangsaan
Siti Fauziah menambahkan, MPR RI memiliki tanggung jawab dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Program edukasi kebangsaan ini, menurutnya, perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang relevan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Bagaimana caranya agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati oleh generasi muda. Untuk itu, pelayanan publik MPR harus mendukung terciptanya inovasi pendidikan yang kreatif dan inklusif,” ujarnya.
Harapan Terhadap Partisipasi Aktif
Dalam forum tersebut, sejumlah peserta dari kalangan guru dan mahasiswa memberikan tanggapan positif. Mereka menekankan pentingnya penyediaan akses informasi yang transparan, pemanfaatan teknologi digital untuk sosialisasi, serta penguatan literasi kebangsaan di sekolah dan kampus.
Siti Fauziah pun berharap partisipasi aktif dari elemen pendidikan ini dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. “Kami ingin MPR semakin dekat dengan rakyat, termasuk dunia pendidikan. Karena sejatinya, MPR adalah rumah kebangsaan yang harus terbuka untuk menerima saran dan kritik,” tegasnya.
Komitmen MPR untuk Pelayanan Publik Lebih Baik
Di akhir pernyataannya, Siti menegaskan bahwa MPR berkomitmen meningkatkan standar pelayanan publik, baik melalui aspek transparansi, inovasi, maupun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, era digital menuntut lembaga negara seperti MPR untuk lebih responsif, modern, dan ramah terhadap kebutuhan generasi muda.
“Kami percaya, pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi wujud nyata dari komitmen MPR untuk hadir di tengah rakyat,” tutupnya.
Info terbaru hanya di Gelanggang News.
Kunjungi www.gelanggangnews.com untuk informasi selengkapnya.












