Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Singapura Dukung Program Swasembada Pangan dan Energi Indonesia

ByAdmin Gelanggang

Feb 4, 2025

Pemerintah Singapura menyambut positif inisiatif swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyatakan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mencapai kemandirian pangan akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi Indonesia sendiri tetapi juga bagi negara-negara di sekitarnya, termasuk Singapura.

Menurut Vivian, apabila Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan bahkan memiliki surplus produksi, Singapura akan dengan senang hati meningkatkan impor produk pangan dari Indonesia.

“Dengan Indonesia yang mandiri dalam sektor pangan dan memiliki kelebihan produksi, kami tentu akan membeli lebih banyak bahan pangan dari Indonesia,” ujar Vivian dalam pertemuan dengan media Indonesia di Kementerian Luar Negeri Singapura, Selasa (21/1).

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan, berkat luasnya lahan subur serta perairan yang kaya sumber daya. Hal ini sangat berbeda dengan Singapura, yang sebagai negara-kota kecil tidak memiliki kapasitas untuk menghasilkan kebutuhan pangannya sendiri. Saat ini, sebagian besar pasokan pangan di Singapura, termasuk daging ayam dan sapi, didatangkan dari negara-negara jauh seperti Brasil.

“Bayangkan saja, kami mengimpor makanan dari Brasil, yang lokasinya sangat jauh. Tentu lebih menguntungkan bagi kami jika bisa mendapatkan pasokan pangan dari Indonesia yang letaknya jauh lebih dekat,” kata Vivian.

Singapura Dukung Program Swasembada Pangan dan Energi Indonesia

Selain di bidang pangan, Singapura juga mendukung penuh rencana swasembada energi Indonesia. Vivian menilai bahwa apabila Indonesia mampu mandiri dalam produksi energi, dampaknya akan menguntungkan seluruh kawasan Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, bukan hanya minyak dan gas, tetapi juga tenaga hidro dan surya yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Indonesia yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri tetapi juga mengekspor energi akan menjadi keuntungan besar, baik bagi Indonesia maupun bagi negara-negara di kawasan,” tuturnya.

Presiden Prabowo telah menetapkan swasembada pangan dan energi sebagai prioritas utama pemerintahannya selama lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa dalam menghadapi ketidakpastian global, setiap negara cenderung mengutamakan kepentingan domestik. Oleh karena itu, Indonesia juga harus mampu berdikari dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energinya.

“Setelah melakukan kajian mendalam bersama para pakar, saya yakin dalam 4-5 tahun ke depan kita bisa mencapai swasembada pangan. Bahkan, kita berpotensi menjadi lumbung pangan dunia,” kata Prabowo.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia. Menurutnya, ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri dapat menjadi ancaman serius, terutama dalam situasi geopolitik yang tidak stabil.

“Jika terjadi krisis dan kita tidak bisa mendapatkan energi dari negara lain, maka situasi akan sulit. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk mencapai swasembada energi, dan saya yakin kita mampu melakukannya,” tegasnya.