Sekolah Rakyat Tingkat SMA Pertama di Lombok Timur Diresmikan 15 Agustus

Lombok Timur – Sebuah inisiatif pendidikan berbasis masyarakat hadir di Nusa Tenggara Barat. Sekolah Rakyat tingkat SMA pertama di Lombok Timur diresmikan 15 Agustus 2025, menandai langkah maju dalam pemerataan akses pendidikan menengah atas di daerah pelosok.

Peresmian ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya warga di Kecamatan Sembalun dan sekitarnya. Selama ini, banyak anak-anak lulusan SMP di kawasan tersebut terpaksa tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses dan biaya.

Dengan dibukanya Sekolah Rakyat tingkat SMA pertama di Lombok Timur, harapan untuk melanjutkan pendidikan kini menjadi nyata bagi puluhan remaja yang sebelumnya terhambat oleh faktor ekonomi dan geografis.

Pendidikan Alternatif yang Inklusif

Sekolah ini dibangun atas kerja sama antara komunitas lokal, lembaga pendidikan nonformal, serta didukung oleh donatur dan organisasi masyarakat sipil. Kurikulum yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan SMA.

Menurut koordinator program, Rachmat Hidayat, Sekolah Rakyat tingkat SMA pertama di Lombok Timur diresmikan 15 Agustus sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang relevan dan bisa diakses oleh semua kalangan. Sekolah ini terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar, tanpa syarat biaya,” jelas Rachmat dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (10/8).

Program Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Selain pelajaran akademik seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sains, Sekolah Rakyat juga menyediakan pelatihan keterampilan seperti pertanian organik, kerajinan tangan, hingga teknologi sederhana. Tujuannya agar lulusan tidak hanya siap untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.

Dengan pendekatan partisipatif, orang tua siswa juga dilibatkan dalam proses belajar-mengajar dan pengelolaan sekolah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki dan memperbesar keberhasilan jangka panjang.

Tantangan dan Harapan

Meskipun langkah ini merupakan kemajuan besar, para pengelola sekolah masih menghadapi tantangan dalam hal pendanaan jangka panjang dan pengakuan formal dari pemerintah. Namun mereka optimis, karena sambutan masyarakat sangat positif dan telah menunjukkan hasil awal yang menjanjikan.

“Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga tentang keadilan sosial. Ketika Sekolah Rakyat tingkat SMA pertama di Lombok Timur diresmikan 15 Agustus, itu menjadi simbol bahwa pendidikan bukan hak eksklusif kota besar,” tambah Rachmat.

Dengan diresmikannya Sekolah Rakyat tingkat SMA pertama di Lombok Timur pada 15 Agustus, daerah ini mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan alternatif berbasis masyarakat. Harapannya, model ini bisa direplikasi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Ikuti terus perkembangan pendidikan dan inisiatif sosial lainnya hanya di GELANGGANG NEWS melalui www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *