Sebut ‘Kalau Mau Cari Uang, Jangan Jadi Guru’, Menag Minta Maaf

Jakarta, GELANGGANG NEWS — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai pernyataannya yang menyebut “kalau mau cari uang, jangan jadi guru” menuai reaksi publik. Ucapan tersebut disampaikan dalam sebuah forum pendidikan dan langsung viral serta menuai kritik dari sejumlah kalangan, khususnya para tenaga pendidik.

Dalam klarifikasinya, Menag menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk merendahkan profesi guru, melainkan untuk menekankan pentingnya idealisme dalam dunia pendidikan. Namun, ia mengakui bahwa pernyataannya bisa saja disalahpahami dan menyinggung banyak pihak.

“Saya minta maaf jika pernyataan saya, ‘kalau mau cari uang, jangan jadi guru’, dianggap menyinggung perasaan para guru. Tidak ada niat untuk merendahkan profesi mulia ini,” kata Yaqut dalam keterangan pers di Kantor Kementerian Agama, Kamis (4/9).

Pernyataan “kalau mau cari uang, jangan jadi guru” yang diucapkan Menag memang menjadi kontroversi setelah beredar luas di media sosial dan pemberitaan nasional. Banyak guru, akademisi, hingga organisasi profesi pendidikan menyayangkan ucapan tersebut karena dianggap tidak menghargai perjuangan guru di tengah berbagai keterbatasan.

Beberapa asosiasi guru bahkan menuntut klarifikasi langsung dari Menteri Agama. Mereka menilai bahwa pernyataan tersebut bisa merusak semangat para guru muda dan melemahkan pandangan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Menyusul tekanan tersebut, Menag pun mengambil langkah untuk meminta maaf secara resmi.

Langkah Menag minta maaf atas ucapannya yang menyebut “kalau mau cari uang, jangan jadi guru” dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik. Banyak pihak mengapresiasi sikap terbuka Yaqut, meskipun tetap berharap pernyataan pejabat negara lebih berhati-hati, terutama dalam konteks yang sensitif seperti pendidikan.

Menag juga menegaskan bahwa Kementerian Agama tetap berkomitmen mendukung peningkatan kesejahteraan guru, khususnya para guru madrasah dan guru agama. Ia menyebut profesi guru adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Saya percaya bahwa guru adalah garda terdepan dalam membentuk generasi masa depan. Oleh karena itu, kami di Kemenag terus berusaha meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru,” tegasnya.

Kontroversi seputar ucapan “kalau mau cari uang, jangan jadi guru” diharapkan menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan. Terlebih lagi, pernyataan semacam itu dapat berdampak besar terhadap persepsi masyarakat, khususnya terhadap profesi yang sangat dihormati seperti guru.

Untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut mengenai isu ini dan berita pendidikan lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *