GELANGGANG NEWS – Jakarta. Memasuki awal Juni 2025, investor pasar modal disarankan mulai melirik saham-saham yang berpotensi menguat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Sejumlah analis menyebut sektor energi, konsumer, perbankan, hingga infrastruktur sebagai sektor yang patut diperhatikan dalam sepekan ke depan.
🔋 Energi & Komoditas Masih Jadi Andalan
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut-sebut dalam radar investor. ANTM menunjukkan tren teknikal positif dengan posisi kuat di atas garis rata-rata pergerakan (EMA), sedangkan BUMI dinilai menarik karena volume beli yang konsisten tinggi.
Sementara itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) direkomendasikan untuk jangka pendek karena berpotensi mengikuti penguatan harga emas dunia.
🛍️ Saham Konsumer Masih Stabil
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menjadi unggulan di sektor konsumer. Stabilitas fundamental dan kuatnya permintaan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kedua saham ini tetap diminati.
Analis juga menyebutkan potensi penguatan pada saham INDF yang ditargetkan menembus Rp8.300 dalam jangka pendek, sementara MYOR menjadi pilihan spekulatif bagi investor yang agresif.
🏦 Perbankan Tetap Prospektif
Saham-saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga tak kalah menarik. Prospek pertumbuhan kredit dan kestabilan makroekonomi nasional mendukung posisi saham-saham ini untuk tetap kompetitif di pasar.
BBRI diperkirakan menuju level Rp4.660, sementara BRIS bisa bergerak naik menuju Rp3.350 dalam waktu dekat.
🛣️ Infrastruktur Menuju Rebound
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencuat sebagai saham infrastruktur yang berpotensi menguat, seiring dengan proyek-proyek pembangunan nasional yang masih berlangsung dan rencana belanja pemerintah yang tetap ekspansif.
💡 Kesimpulan
Dengan IHSG yang diproyeksikan bergerak antara 6.920 hingga 7.150, pekan ini menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan strategi buy on weakness, terutama untuk saham-saham dengan fundamental solid.
Investor tetap disarankan bijak dan disiplin dalam memasang target profit dan cut loss di tengah ketidakpastian pasar.
📌 Baca lebih banyak berita seputar ekonomi, bisnis, dan investasi di https://gelanggangnews.com/













