Pada perdagangan pasar spot di hari Selasa (14/1/2025), rupiah tercatat menguat terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg yang dirilis pukul 09.13 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp 16.270 per dolar AS, menguat sebanyak 13 poin atau setara dengan 0,08% dibandingkan dengan posisi pada penutupan sebelumnya yang tercatat di Rp 16.283 per dolar AS.
Menurut Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar uang, indeks dolar AS pagi ini bergerak stabil di kisaran 109.63, yang mengindikasikan bahwa dolar AS masih tetap menunjukkan kekuatan relatif dibandingkan dengan mata uang lainnya.
Saat ini, belum ada faktor baru yang dapat mengubah penguatan dolar AS. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat kemarin, yang menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, masih memberikan dampak positif terhadap dolar AS.
“Rupiah masih berpotensi melemah menuju level resisten di sekitar Rp 16.300-16.310, sementara support diperkirakan berada di sekitar Rp 16.200,” ujar Ariston.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Jisdor pada Senin (13/1/2025), rupiah tercatat melemah menjadi Rp 16.281 per dolar AS, dibandingkan dengan Rp 16.194 per dolar AS pada Jumat (10/1/2025). Di beberapa bank besar Indonesia, seperti BRI, kurs jual dolar AS dipatok di level Rp 16.370. Berikut adalah nilai tukar rupiah di lima bank besar Indonesia pada hari ini:
- BRI: Jual Rp 16.370, Beli Rp 16.270
- Bank Mandiri: Jual Rp 16.290, Beli Rp 16.250
- BNI: Jual Rp 16.273, Beli Rp 16.253
- BCA: Jual Rp 16.275, Beli Rp 16.250
- CIMB Niaga: Jual Rp 16.284, Beli Rp 16.273
Dengan perkembangan saat ini, penguatan dolar AS masih mendominasi pasar, dan pergerakan nilai tukar rupiah akan bergantung pada data ekonomi dan faktor eksternal yang akan datang.
Sumber: www.gelanggangnews.com

