Gelanggang News – Misteri jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Leang-Leang, Maros, mulai menemui titik terang. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, membeberkan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut sebenarnya sempat mengalami kendala mesin tiga hari sebelum kecelakaan maut pada Sabtu (17/1/2026).
Nihil Keluhan di Hari Kejadian
Meski sempat ada riwayat masalah mesin, Soerjanto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil wawancara dengan pihak maskapai, pesawat dilaporkan dalam kondisi laik terbang saat berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar.
“Kami sudah mengonfirmasi bahwa saat penerbangan terakhir dari Yogyakarta, tidak ada laporan kerusakan dari kru. Masalah mesin yang muncul tiga hari sebelumnya dianggap sudah tidak ada keluhan saat pesawat lepas landas pukul 08.08 WIB hari itu,” ungkap Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Detik-Detik Sebelum Hilang Kontak
Berdasarkan data penerbangan, pilot sebenarnya sudah berkomunikasi dengan pihak Air Traffic Control (ATC) Bandara Sultan Hasanuddin. Pilot telah mendapatkan izin untuk melakukan prosedur pendaratan menggunakan Instrument Landing System (ILS) di runway 21.
Sesuai prosedur, pesawat seharusnya bergerak dari arah barat menuju utara untuk mencapai titik navigasi Araja, kemudian melewati poin Openg dan Kabib sebelum mendarat secara otomatis. Namun, pesawat justru dilaporkan hilang kontak saat melintasi kawasan pegunungan terjal Leang-Leang.
Kendala Evakuasi di Medan Terjal
Hingga saat ini, proses pencarian di lokasi jatuhnya pesawat masih menghadapi tantangan berat. Kontur pegunungan yang curam serta kondisi tanah yang licin menjadi penghambat utama tim SAR gabungan.
“Sejauh ini baru dua korban tewas yang berhasil ditemukan dan dievakuasi. Medan di Leang-Leang sangat terbatas aksesnya,” tulis laporan tersebut.
Terkait alasan pemilihan runway 21 saat kejadian, KNKT mengaku masih mendalami Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk mempertimbangkan arah angin saat kecelakaan terjadi.











