Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ritel Akui Dapat Tekanan Jual Beras Premium di Tengah Kasus Oplosan

ByAdmin Gelanggang

Aug 15, 2025

Jakarta – Sejumlah pelaku usaha ritel modern mengakui bahwa mereka mendapat tekanan dalam menjual beras premium, terutama sejak mencuatnya kasus beras oplosan yang menyeret beberapa nama distributor dan produsen. Tekanan ini datang dalam bentuk penurunan kepercayaan konsumen dan pengawasan ketat dari pihak regulator.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey, yang menyoroti dampak signifikan dari pemberitaan mengenai kasus oplosan beras premium. Menurutnya, kekhawatiran masyarakat terhadap keaslian dan kualitas beras membuat penjualan menurun dalam beberapa pekan terakhir.

“Ritel akui dapat tekanan jual beras premium karena konsumen kini lebih selektif. Mereka cenderung menunda pembelian atau beralih ke jenis beras lain yang dianggap lebih aman,” ujar Roy kepada wartawan pada Kamis (14/8).

Menurut data yang dihimpun Aprindo, terjadi penurunan penjualan beras premium hingga 20 persen di sejumlah gerai besar sejak kasus oplosan terkuak. Ritel modern kini harus mengambil langkah tambahan, seperti transparansi informasi label, kampanye edukasi kualitas produk, dan koordinasi langsung dengan pemasok terpercaya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan telah meminta seluruh jaringan ritel untuk memperketat rantai distribusi dan memastikan beras yang dijual di pasaran memiliki sertifikasi mutu dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) atau instansi berwenang lainnya.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya peran ritel dalam menjaga kepercayaan publik. “Kami mengapresiasi ritel yang terbuka dan kooperatif. Pemerintah akan terus melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam penjualan beras, khususnya yang premium,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari temuan Badan Pangan Nasional yang mengungkap praktik pengoplosan beras premium dengan beras kualitas medium, namun tetap dijual dengan harga tinggi. Sejumlah gudang distributor di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang telah disegel sebagai bagian dari proses penyidikan.

Di tengah sorotan publik, ritel akui dapat tekanan jual beras premium tidak hanya dari sisi konsumen, tetapi juga dari mitra usaha yang meminta jaminan atas kualitas produk. Beberapa ritel bahkan memutus sementara kontrak dengan pemasok yang diduga terlibat dalam skandal ini.

Konsumen pun diminta tetap tenang dan bijak dalam membeli produk beras. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli dari jaringan ritel resmi dan mengecek label kemasan serta izin edar yang tertera.

Fenomena ini menjadi catatan penting bagi seluruh pelaku rantai pasok pangan. Ritel harus meningkatkan akuntabilitas, sementara regulator diminta lebih proaktif dalam pengawasan.

Untuk perkembangan terkini mengenai isu ini dan berita pangan lainnya, pembaca dapat mengakses Gelanggang News di www.gelanggangnews.com.