RI dan Swiss Perkuat Kerja Sama Strategis, Dorong Hilirisasi Industri Mineral dan Logam

GelanggangNews – Pemerintah Indonesia dan Swiss memperkuat hubungan kerja sama ekonomi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan industri mineral dan logam. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi sumber daya alam Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Kesepakatan tersebut mencakup Enhanced Cooperation in the Minerals and Metals Sector, yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi kedua negara dalam pengolahan mineral, pengembangan teknologi, investasi, serta pembangunan rantai pasok industri yang lebih berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi negara pengekspor bahan mentah. Pemerintah mendorong agar kekayaan mineral nasional dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri global.

Dalam kerja sama ini, Swiss dinilai menjadi mitra strategis karena memiliki keunggulan dalam bidang teknologi, inovasi, pembiayaan, serta praktik industri berkelanjutan. Sementara Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya mineral seperti nikel, bauksit, tembaga, dan berbagai mineral strategis lainnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi promosi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam berkelanjutan, pertukaran teknologi dan pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG dalam industri.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder menilai kerja sama tersebut dapat menghubungkan potensi sumber daya Indonesia dengan kemampuan teknologi dan pengalaman Swiss dalam mengelola industri modern. Kedua negara berharap kolaborasi ini mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Kerja sama Indonesia-Swiss juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Melalui hilirisasi mineral dan logam, pemerintah berharap Indonesia mampu membangun industri bernilai tambah, termasuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, energi bersih, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Dengan adanya kemitraan strategis ini, Indonesia dan Swiss membuka peluang baru dalam pengembangan industri masa depan yang lebih inovatif, ramah lingkungan, dan kompetitif di tingkat global.

Ikuti perkembangan terbaru seputar ekonomi, investasi, dan berita nasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *