Bocah SD di Pemalang Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas, Polisi Autopsi Jenazah

GelanggangNews (Utama) – Pemalang – Seorang murid SD berinisial MHA (7) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia diduga terkait perundungan di sekolah yang viral pada Jumat (2/10/2026).

Siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem tersebut meninggal pada Rabu (30/9/2026) setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr M Ashari Pemalang. Sebelum wafat, MHA mengeluhkan sakit perut dan kepada dokter yang memeriksa, ia mengaku mengalami perundungan di mana area perutnya dipukul dan ditendang kakak kelas di sekolah.

Kabar kematian MHA ramai dibahas di media sosial setelah diunggah sejumlah akun. Selama mengeluhkan sakit, bocah tersebut juga tiba-tiba menjadi pendiam. Ibu korban, Diah Indriyanti (36), menuturkan anaknya baru bercerita setelah diperiksa dokter bahwa dipukul di perut dan ditendang menggunakan sepatu.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar Rela menyatakan pihaknya masih dalam penyelidikan serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi keluarga untuk mengungkap kejadian meninggalnya anak korban. Autopsi dilakukan Tim Laboratorium Forensik dan Bidang Kedokteran Kepolisian Polda Jateng untuk memastikan penyebab kematian.

Ayah korban, Nurwandi (43), mengungkapkan anaknya sebelum meninggal sempat menunjukkan foto anak-anak yang diduga melakukan kekerasan terhadapnya. Ada tiga anak yang disebutkan korban, dua dari kelas 5 dan satu dari kelas 6. Polisi menyatakan bila ditemukan adanya unsur pidana maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *