Pidie, Aceh – Suasana duka menyelimuti Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, setelah kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh 12 remaja putri berakhir dengan tragedi. Rekreasi 12 remaja berubah duka | 6 korban tewas di Sungai Mane pada Minggu (24/8/2025) siang, ketika mereka mandi bersama di aliran Krueng Cot Kuala atau dikenal juga sebagai Sungai Mane.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, keenam korban hanyut terbawa arus deras saat tengah asyik bermain air. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat segera melakukan pencarian. Setelah beberapa jam, enam jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara enam remaja lainnya berhasil diselamatkan.
Kepala BPBD Pidie menyampaikan, sungai tersebut memang kerap menjadi lokasi favorit untuk rekreasi warga, terutama di akhir pekan. Namun, arus yang cukup deras sering kali tidak disadari oleh pengunjung. Kejadian kali ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area sungai. Tragedi rekreasi 12 remaja berubah duka | 6 korban tewas di Sungai Mane menambah daftar panjang musibah akibat aktivitas wisata air yang kurang diawasi.
Pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Polisi berencana memasang tanda peringatan di sekitar lokasi guna mencegah kejadian serupa. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di titik-titik rawan banjir dan arus deras yang kerap menjadi lokasi wisata lokal.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, awalnya para remaja tampak gembira menikmati suasana. Namun, tiba-tiba beberapa dari mereka terseret arus. Upaya teman-temannya untuk menolong tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya enam nyawa melayang. Cerita tragis ini menegaskan bahwa alam bisa sewaktu-waktu berubah dari tempat rekreasi menjadi lokasi berbahaya.
Keluarga korban kini tengah berduka mendalam. Warga sekitar ikut membantu proses pemakaman dan memberikan dukungan moral. Bagi masyarakat Aceh, peristiwa rekreasi 12 remaja berubah duka | 6 korban tewas di Sungai Mane menjadi refleksi penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sungai, waduk, maupun pantai.
Pengamat kebencanaan menilai, kasus ini harus dijadikan pelajaran berharga. Edukasi mengenai keselamatan saat berwisata air perlu digalakkan, khususnya bagi pelajar dan remaja. Pemerintah daerah juga diharapkan menambah fasilitas pengaman seperti pelampung darurat, rambu peringatan, hingga pos penjaga di lokasi wisata yang sering dikunjungi warga.
Peristiwa memilukan ini menyadarkan semua pihak bahwa rekreasi tidak selalu identik dengan kesenangan. Tanpa pengawasan dan kewaspadaan, kegiatan sederhana pun bisa berakhir fatal. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah pemerintah dan aparat agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
Untuk mendapatkan informasi terkini terkait kejadian di Aceh maupun peristiwa nasional lainnya, pembaca dapat mengakses portal berita www.gelanggangnews.com.











