Pria di usir usai check in di hotel syariah usai di tagih biaya tambahan

Jakarta – Sebuah insiden tak biasa terjadi di sebuah hotel syariah yang berlokasi di kawasan strategis Jakarta Selatan. Seorang pria diusir usai check in di hotel syariah usai ditagih biaya tambahan, dan kejadian itu pun viral setelah dibagikan melalui media sosial.

Menurut pengakuan pria tersebut, yang identitasnya disamarkan sebagai D (32), ia telah melakukan reservasi secara daring melalui platform pemesanan hotel. Dalam konfirmasi awal, disebutkan bahwa harga yang dibayarkan sudah mencakup seluruh biaya inap. Namun, setibanya di lokasi, pihak resepsionis menyampaikan adanya biaya tambahan dengan alasan penyesuaian kebijakan hotel syariah terhadap tamu individu.

Insiden pria diusir usai check in di hotel syariah usai ditagih biaya tambahan itu terjadi setelah D menolak membayar tambahan sebesar Rp150.000 yang tidak dijelaskan sebelumnya dalam platform pemesanan. D merasa keberatan karena informasi mengenai biaya tambahan tidak disampaikan secara transparan sejak awal.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya check-in sesuai prosedur, lalu tiba-tiba ditagih biaya tambahan tanpa kejelasan, dan saat saya tolak, saya malah diusir,” ungkap D kepada awak media.

Pihak manajemen hotel, ketika dikonfirmasi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari standar operasional hotel syariah. Mereka menjelaskan bahwa tamu laki-laki yang menginap sendirian perlu melalui proses verifikasi tambahan sesuai aturan internal. Namun, hingga kini belum ada klarifikasi resmi terkait alasan pria diusir usai check in di hotel syariah usai ditagih biaya tambahan tersebut.

Peristiwa ini memunculkan perdebatan di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan transparansi dalam sistem pemesanan hotel, sementara yang lain menyoroti perlunya edukasi lebih lanjut terkait sistem operasional hotel berkonsep syariah.

“Kalau memang ada aturan atau biaya tambahan, seharusnya dijelaskan sejak awal. Jangan setelah check-in baru diberi tahu,” tulis salah satu netizen.

Insiden pria diusir usai check in di hotel syariah usai ditagih biaya tambahan ini pun mengundang perhatian Lembaga Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan benar sebelum melakukan transaksi.

“Hotel harus mengedepankan prinsip transparansi. Jika terbukti tidak mencantumkan biaya tambahan dalam perjanjian awal, maka itu bisa dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak konsumen,” ujar salah satu perwakilan lembaga tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pria yang diusir tersebut masih mempertimbangkan langkah hukum atas kejadian yang dialaminya. Sementara itu, pihak hotel belum memberikan keterangan lanjutan meski telah dimintai klarifikasi oleh berbagai media.

Untuk berita terkini dan informasi lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *