Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

“Presiden Prabowo Tegaskan Tak Akan Mundur Setapak Pun dalam Perang Melawan Korupsi dan Penggarong Kekayaan Negara”

ByAdmin Gelanggang

Feb 9, 2026

GelanggangNews – MALANG, Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto kembali mengirimkan sinyal peringatan keras kepada para pelaku tindak pidana korupsi dan para “penggarong” kekayaan negara. Dalam sebuah pidato yang emosional namun tegas di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026), Presiden menegaskan bahwa tidak ada kata kompromi bagi siapa pun yang berani memanipulasi kekayaan rakyat Indonesia.

Kehadiran Presiden dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dimanfaatkannya untuk memaparkan kondisi objektif bangsa Indonesia setelah ia menjabat sebagai orang nomor satu di republik ini sejak akhir 2024 lalu.

Ironi Negeri Kaya: Data yang Berbicara

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak hari pertama menjabat, ia langsung melakukan audit mendalam terhadap seluruh data dan fakta di lapangan. Ia mengaku terpaku pada satu kenyataan pahit: Indonesia adalah negeri yang sangat kaya secara alami, namun kekayaan tersebut terus merembes keluar akibat tata kelola yang buruk dan praktik pencurian yang terorganisir.

“Setelah saya menjabat sebagai presiden, saya pelajari semua data, saya pelajari semua fakta, saya pelajari semua keadaan,” tutur Prabowo di hadapan ribuan jemaah. “Ternyata bangsa kita diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa kekayaan yang luar biasa. Namun, masalahnya adalah apakah elit bangsa kita pandai menjaga kekayaan tersebut? Ternyata saya menemukan terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri dan hilang dari tanah kita.”

Ia menyoroti fenomena arus modal keluar negeri secara ilegal yang selama ini membuat ekonomi Indonesia tidak bisa berlari kencang. Menurutnya, kegagalan menjaga kekayaan ini adalah dosa besar elit terhadap rakyat.

Konsistensi Sejak Awal Mandat

Pernyataan di Malang ini bukanlah retorika baru, melainkan penegasan dari komitmen yang ia bangun sejak awal pelantikan. Prabowo mengingatkan kembali instruksi yang ia keluarkan pada akhir 2024, di mana ia memerintahkan seluruh aparat penegak hukum—mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga KPK—untuk fokus pada empat musuh utama negara:

  1. Korupsi dan Kebocoran Anggaran: Menutup celah belanja negara yang tidak efisien.

  2. Judi Online: Menumpas ekosistem judi yang memiskinkan rakyat kecil.

  3. Narkoba: Memutus rantai distribusi yang merusak generasi.

  4. Penyelundupan: Menghentikan perdagangan ilegal di perbatasan.

Prabowo menekankan prinsip No Untouchable—bahwa tidak ada satu pun individu atau kelompok di negeri ini yang boleh merasa kebal hukum hanya karena jabatan atau kedekatannya dengan pusat kekuasaan.

Sikap Pantang Mundur Melawan Manipulasi

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan posisi politiknya yang tidak akan goyah meskipun harus berhadapan dengan tekanan dari berbagai pihak. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memiliki keberanian moral dalam menegakkan kebenaran.

“Kita jangan takut, jangan ragu-ragu untuk mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Saya dan pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan penggarongan atas kekayaan rakyat. Saya tidak akan mundur setapak pun,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Sikap tegas ini diharapkan menjadi dorongan bagi aparat penegak hukum untuk lebih progresif dalam menangani kasus-kasus besar yang selama ini terkesan jalan di tempat.


Ringkasan Inti Arahan Presiden:

KategoriArahan Utama Presiden
Prinsip HukumNo Untouchable (Tidak ada yang kebal hukum).
Fokus OperasiKorupsi, Judi Online, Narkoba, dan Penyelundupan.
Masalah UtamaKekayaan negara yang dicuri dan dibawa lari ke luar negeri.
Sikap PolitikPantang mundur dan tidak ragu dalam menindak elit yang korup.