Polres Bengkalis Gerebek ‘Jalan Neraka’, 17 Pelaku Narkoba Diringkus di Tengah Kebun Sawit

GelanggangNews – BENGKALIS – Polisi menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi markas peredaran narkoba di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Dari lokasi yang dikenal sebagai ‘Jalan Neraka’ tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 17 orang.

Penggerebekan yang dilakukan oleh tim Opsnal Polsek Pinggir pada Sabtu (11/4/2026) ini menjadi perhatian masyarakat luas. Hal ini mengingat lokasi tersebut dikenal sebagai daerah rawan transaksi dan pesta narkoba.

“Ini berawal dari laporan masyarakat. Warga sudah banyak yang resah dengan para pelaku karena kerap melakukan transaksi dan pesta narkoba di wilayah itu,” kata Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Siregar, Senin (13/4/2026).

Kronologi Penggerebekan

Tak mau membuang waktu, tim yang dipimpin Kapolsek Pinggir, AKP Agung Rama, langsung mengepung sebuah rumah semipermanen. Lokasinya yang berada di dalam perkebunan kelapa sawit sempat membuat para pelaku kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas.

Dalam operasi senyap tersebut, total ada 17 orang yang diamankan. Petugas juga menyita barang bukti berupa sabu seberat 1,44 gram serta alat isap sabu jenis bong.

Belasan pelaku tersebut langsung digiring ke Mapolsek Pinggir. Berdasarkan hasil tes urine, seluruhnya dinyatakan positif mengandung amphetamine.

“Mereka seluruhnya positif amphetamine saat tes urine dan mengaku mendapatkan narkoba ini dari dua bandar berinisial LO dan GN. Saat ini, kedua bandar tersebut sedang dikejar oleh anggota di lapangan,” jelas Fahrian.

Komitmen Pemberantasan Narkoba

Mantan Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Riau itu memastikan bahwa langkah yang diambil merupakan bentuk respons atas laporan masyarakat sekaligus upaya pemberantasan narkoba di wilayah “Negeri Junjungan”.

“Komitmen kami adalah mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya, termasuk bandar-bandar besar yang telah merusak generasi bangsa,” tegas alumni Akpol 2005 tersebut.

Fahrian juga meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing. “Termasuk melaporkan aktivitas mencurigakan ke Call Center 110 atau nomor WhatsApp resmi Kapolres Bengkalis,” tambahnya.

Adapun 17 pelaku yang diamankan berinisial RS, SU, CH, KA, HR, HS, MH, ASS, WF, DA, SS, AK, AS, TA, DS, dan AS (dua orang). Seluruhnya tercatat sebagai warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *