Jakarta – Pemerintah Peru menyatakan niatnya untuk meningkatkan ekspor blueberry ke Indonesia dengan nilai mencapai Rp 3,2 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Peru memperluas pasar buah-buahan tropisnya di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang dinilai memiliki potensi pasar yang besar.
Rencana ekspor tersebut mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Menanggapi kabar bahwa Peru mau ekspor blueberry Rp 3,2 triliun ke Indonesia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian terkait dampak dan peluang dari masuknya buah impor tersebut ke pasar domestik.
“Indonesia membuka peluang perdagangan yang adil, tetapi kami juga harus melindungi kepentingan petani lokal dan memastikan tidak ada distorsi pasar,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso, dalam konferensi pers, Selasa (13/8). Ia menambahkan bahwa Peru mau ekspor blueberry Rp 3,2 triliun ke Indonesia akan dikaji dari segi akses pasar, tarif, dan potensi kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.
Peru sendiri dikenal sebagai salah satu negara eksportir blueberry terbesar di dunia. Negara Amerika Selatan tersebut telah mengekspor komoditas ini ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa. Kini, Peru melihat Indonesia sebagai pasar strategis baru yang menjanjikan, mengingat tren konsumsi buah impor di kalangan masyarakat kelas menengah terus meningkat.
Meski demikian, sejumlah asosiasi petani dan pelaku industri buah lokal menilai rencana tersebut perlu dikaji secara cermat. Mereka khawatir masuknya blueberry impor dalam jumlah besar dapat menekan harga buah lokal dan mengganggu keseimbangan pasar.
“Kita tidak anti-impor, tapi kalau nilai ekspornya sebesar itu, pemerintah harus benar-benar memastikan apakah Indonesia membutuhkan sebanyak itu dan apakah pelaku usaha lokal mampu bersaing,” ujar Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia, Darman Efendi.

Selain itu, Peru mau ekspor blueberry Rp 3,2 triliun ke Indonesia juga membuka diskusi mengenai regulasi impor produk pertanian. Kemendag bekerja sama dengan Badan Karantina Pertanian dan Kementerian Pertanian untuk memastikan setiap produk yang masuk memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan.
Meskipun belum ada keputusan final, langkah Peru ini dinilai bisa mempererat hubungan dagang antara kedua negara. Dalam jangka panjang, pemerintah Indonesia juga berharap ekspor produk hortikultura lokal seperti manggis dan nanas ke Peru bisa ditingkatkan secara timbal balik.
Jika rencana Peru mau ekspor blueberry Rp 3,2 triliun ke Indonesia terealisasi, maka hal ini bisa memicu dinamika baru di pasar buah segar Indonesia, sekaligus menjadi peluang maupun tantangan bagi sektor pertanian nasional.
Untuk berita dan perkembangan terbaru seputar perdagangan internasional, ekonomi, dan kebijakan pemerintah, kunjungi situs resmi kami di: www.gelanggangnews.com
