Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan Pinjol dan Pindar

ByAdmin Gelanggang

Aug 13, 2025

JAKARTA – Maraknya layanan keuangan digital di Indonesia telah memunculkan berbagai istilah baru, dua di antaranya adalah pinjol dan pindar. Meski keduanya sama-sama berkaitan dengan aktivitas pinjam meminjam berbasis teknologi, namun jangan salah kaprah, ini perbedaan pinjol dan pindar yang perlu dipahami masyarakat agar tidak salah memilih layanan.

Pinjol merupakan singkatan dari pinjaman online. Layanan ini sudah lebih dikenal masyarakat, di mana penyedia jasa memfasilitasi pinjaman kepada individu melalui aplikasi atau platform digital. Pinjol telah diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun masih banyak penyedia ilegal yang beroperasi di luar pengawasan otoritas.

Sementara itu, pindar atau pinjaman berbasis data rakyat, adalah konsep baru yang mulai diperkenalkan sebagai solusi pembiayaan mikro berbasis komunitas. Pindar bertujuan untuk menjembatani akses kredit masyarakat kecil dengan memanfaatkan data sosial dan perilaku keuangan non-formal, seperti catatan arisan, pembukuan warung, hingga riwayat belanja di pasar tradisional.

Jangan Salah Kaprah: Ini Perbedaan Pinjol dan Pindar

Jangan salah kaprah, ini perbedaan pinjol dan pindar yang paling mendasar: pinjol bersifat komersial dan berorientasi pada keuntungan, sedangkan pindar lebih bersifat sosial dengan prinsip gotong royong dan pemberdayaan ekonomi akar rumput. Pinjol juga biasanya memiliki bunga dan denda keterlambatan tinggi, sementara pindar cenderung menawarkan bunga lebih ringan dan skema pembayaran fleksibel.

Menurut peneliti dari Institute for Digital Economic Empowerment, dr. Intan Ramadhani, konsep pindar muncul dari kebutuhan masyarakat akan sistem keuangan yang lebih inklusif dan tidak menjerat.

“Banyak warga desa atau pelaku UMKM yang tak terjangkau perbankan. Di sinilah pindar hadir sebagai alternatif berbasis komunitas yang adil dan transparan,” jelasnya.

Regulasi dan Pengawasan

Pinjol resmi terdaftar di OJK dan harus mematuhi ketentuan mengenai suku bunga, penagihan, dan perlindungan data. Sebaliknya, karena pindar masih tergolong baru, regulasinya masih dikembangkan bersama antara OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Pemerintah berharap pindar bisa menjadi instrumen pembiayaan alternatif untuk masyarakat yang selama ini tidak bisa mengakses lembaga keuangan formal.

Edukasi Keuangan Masyarakat

Kampanye jangan salah kaprah, ini perbedaan pinjol dan pindar penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam jeratan utang dari layanan keuangan digital yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Banyak kasus masyarakat yang terlilit utang pinjol ilegal karena kurangnya pemahaman tentang cara kerja dan risikonya. Di sisi lain, pindar diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih adil, inklusif, dan berbasis kepercayaan sosial.

Dengan semakin berkembangnya teknologi finansial, masyarakat perlu cermat dan kritis. Jangan salah kaprah, ini perbedaan pinjol dan pindar yang harus diketahui sebelum memutuskan menggunakan salah satu layanan. Bijak dalam memilih berarti melindungi diri dari risiko finansial jangka panjang.

Untuk informasi dan edukasi keuangan lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.