Percepat Pengakuan Kemenhut Bentuk Task Force untuk 1,4 Juta Ha Hutan Adat

Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen untuk percepat pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat dalam empat tahun. (doc)

JAKARTA — Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen untuk percepat pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat dalam empat tahun. Pemerintah juga menyiapkan akses pendanaan dan pasar bagi masyarakat adat agar manfaat pengelolaan hutan dapat langsung dirasakan.

Penasihat Utama Menteri Kehutanan, Silverius Oscar Unggul, menyampaikan bahwa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menetapkan target tersebut sebagai langkah strategis. Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, Hasyim Djojohadikusumo, juga menguatkan komitmen itu dalam Leader Summit COP30. “Target ini menunjukkan keseriusan Indonesia mempercepat pengakuan hak masyarakat adat dengan proses cepat, adil, dan transparan,” ujar Silverius dalam forum Forest Solutions di Belém, Brasil, Minggu (16/11/2025).

Silverius menjelaskan bahwa sejak Maret 2025, Kemenhut membentuk Task Force Percepatan Perizinan Hutan Adat. Tim ini berisi perwakilan NGO, akademisi, masyarakat adat, dan pemerintah. Task force tersebut menjalankan mandat untuk memastikan seluruh proses berjalan inklusif dan berorientasi hasil. “Task force ini memastikan target 1,4 juta hektare tercapai melalui langkah yang cepat, adil, dan transparan,” katanya.

Selain percepatan pengakuan, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat adat. Kemenhut menyiapkan dua skema pendanaan. Skema pertama berbentuk hibah untuk kelembagaan dan peningkatan kapasitas. Skema kedua berupa pembiayaan bank berbunga rendah dengan grace period panjang bagi komunitas yang sudah siap secara kelembagaan.

Untuk menekan risiko perbankan, Kemenhut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusun skema back-to-back. Dalam skema itu, dana hibah menjadi deposito penjamin pinjaman. Pemerintah menargetkan model ini berkembang menjadi dana abadi masyarakat adat. Selain pendanaan, pemerintah juga memperluas akses pasar dengan melaksanakan MoU antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kadin Indonesia.

Menutup sesi, Silverius menegaskan dukungan Indonesia terhadap inisiatif Brasil melalui Tropical Forests Financing Facility (TFFF). “Indonesia siap berjalan bersama Brasil. Hutan tropis adalah benteng iklim dunia, dan masyarakat adat adalah penjaganya. Kolaborasi global adalah kunci,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *