Sebuah peristiwa yang menghebohkan terjadi pada Senin (13/1/2025) dini hari, tepatnya sekitar pukul 00.39 WIB, di Tanjungpandan, Belitung. Seorang anggota Subdenpom Persiapan Belitung, Serma Randi, menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh seorang oknum anggota TNI AD yang sudah membelot, yaitu Sertu Hendri. Insiden ini terjadi di sebuah kawasan pondok pesantren yang berada di wilayah tersebut, ketika Serma Randi bersama enam rekannya sedang melakukan penangkapan terhadap seseorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang sedang dikejar oleh aparat keamanan.
Komandan Subdenpom Persiapan Belitung, Letda Cpm M Jaka Budi Utama, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Serma Randi tertembak di bagian pinggang sebelah kiri. Peluru yang menembus tubuh korban bersarang di perut, namun beruntungnya, peluru tersebut tidak mengenai organ-organ vital. “Saat ini, kondisi korban stabil meskipun masih dalam perawatan. Peluru tersebut tidak mengenai bagian tubuh yang fatal, sehingga dapat segera ditangani,” kata Letda Jaka. Operasi pengangkatan peluru rencananya akan dilakukan pada Rabu (14/1/2025), untuk memastikan pemulihan korban dapat berjalan dengan baik.
Terkait dengan pelaku penembakan, Jaka mengungkapkan bahwa Sertu Hendri merupakan seorang desertir TNI AD yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hendri sebelumnya berdinas di Jambi, namun kini menjadi buronan setelah terlibat dalam beberapa tindak kejahatan. “Pelaku ini merupakan DPO dalam sejumlah kasus kejahatan, dan kini bertindak di luar kewajaran dengan melakukan penembakan terhadap anggota kami,” terang Jaka. Ia juga menambahkan bahwa Hendri telah melarikan diri dari dinas militer, yang kemudian menyebabkan dirinya menjadi target pengejaran oleh pihak berwajib.

Serma Randi, yang kini tengah mendapat perawatan intensif di RSUD Marsidi Judono, Belitung, sebelumnya terlibat dalam upaya penangkapan terhadap Hendri. Para anggota Subdenpom sedang melaksanakan tugas penting untuk menangkap seorang DPO, namun situasi berubah dramatis ketika Hendri, yang diketahui bersembunyi di lokasi tersebut, tiba-tiba melakukan penembakan. Meski sempat terkejut, rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan dan membawa Serma Randi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa penembakan ini menjadi sorotan publik, mengingat oknum desertir TNI yang melakukan tindakan tersebut telah melanggar kode etik militer dan hukum yang berlaku. Pihak berwajib, baik militer maupun kepolisian, saat ini sedang bekerja sama untuk melacak dan menangkap Sertu Hendri. Pengejaran terhadap pelaku diharapkan dapat segera membuahkan hasil, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menegakkan hukum di negara ini.
Saat ini, pihak keluarga Serma Randi telah mendapat kabar tentang kondisi anak mereka, dan meskipun dalam keadaan terluka, mereka mengungkapkan rasa syukur karena korban masih selamat dan dapat menjalani proses pemulihan. “Kami berharap operasi pengangkatan peluru berjalan lancar, dan Serma Randi dapat kembali pulih serta melanjutkan tugasnya,” ujar salah satu keluarga korban.
Pihak Subdenpom Persiapan Belitung dan aparat terkait terus memberikan dukungan penuh kepada Serma Randi dalam masa pemulihan ini. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya pengawasan terhadap anggota militer, untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang merugikan baik pihak internal TNI maupun masyarakat umum.
Sumber: www.gelanggangnews.com











