Pencapaian Luar Biasa Kementerian ESDM 2024: Mendorong Ketahanan Energi dan Pengembangan Energi Bersih

Tahun 2024 menandai keberhasilan besar bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, dengan berbagai target yang berhasil terlampaui. Dalam konferensi persnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi negara.

Investasi dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mencapai Angka Rekor

Tahun 2024 menyaksikan lonjakan signifikan dalam sektor ESDM, dengan total investasi yang tercatat mencapai USD32,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan USD29,9 miliar pada tahun sebelumnya. Investasi terbesar datang dari sektor migas, yang mencatatkan angka USD17,5 miliar, diikuti oleh sektor minerba sebesar USD7,7 miliar, ketenagalistrikan USD5,3 miliar, dan energi baru terbarukan (EBTKE) yang menyumbang USD1,8 miliar.

Selain itu, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berhasil melampaui target yang ditetapkan, mencapai Rp269,5 triliun, atau 115% dari target yang sebesar Rp234,2 triliun. Sebagian besar penerimaan ini berasal dari sektor minerba (Rp140,5 triliun) dan migas (Rp110,9 triliun), meskipun ada penurunan harga komoditas global.

Perluasan Akses Energi dan Pemanfaatan Gas Dalam Negeri

Untuk memastikan pemerataan energi, pemerintah melalui program BBM Satu Harga berhasil menjangkau 583 titik distribusi, sebagian besar di wilayah Indonesia Timur. Lifting migas pada tahun 2024 tercatat sebesar 1.606,4 mboepd, dengan rincian 579,7 mbopd untuk minyak dan 5.481 mmscfd untuk gas.

Sementara itu, pemanfaatan gas bumi nasional mencapai 5.786 BBTUD, dengan porsi 67% digunakan untuk kebutuhan domestik, seperti listrik, industri, pupuk, dan rumah tangga. Produksi batubara Indonesia pun melampaui target, dengan total produksi mencapai 836 juta ton, melebihi 117% dari yang ditargetkan. Ekspor batubara tercatat sebesar 555 juta ton.

Pencapaian Luar Biasa Kementerian ESDM 2024: Mendorong Ketahanan Energi dan Pengembangan Energi Bersih

Fokus pada Energi Bersih dan Penghematan Devisa

Sektor energi bersih mendapat perhatian khusus dari Kementerian ESDM, yang berhasil meningkatkan produksi biodiesel menjadi 13,15 juta kiloliter (KL), melampaui target 11,3 juta KL. Program biodiesel B35 ini berkontribusi pada penghematan devisa sebesar USD9,33 miliar dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 1,95 juta orang.

Menatap tahun 2025, program biodiesel akan ditingkatkan ke B40, yang diprediksi dapat menghemat devisa hingga Rp147,5 triliun dan mengurangi emisi CO2 sebesar 41,46 juta ton. Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 147,61 juta ton CO2, melebihi target penurunan yang dipatok sebesar 142 juta ton CO2.

Melangkah Menuju Masa Depan Energi yang Berkelanjutan

Pencapaian-pencapaian ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi dan transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Menteri Bahlil menekankan bahwa setiap langkah yang diambil Kementerian ESDM merupakan bagian dari rencana besar untuk memastikan ketahanan energi yang lebih kuat, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan yang mendukung masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *