Pekerja Migran Asal Jembrana Ditahan di Florida Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual



GelanggangNews – JEMBRANA – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali, berinisial Putu JW, dilaporkan tengah berurusan dengan hukum di Amerika Serikat. Putu JW ditahan oleh otoritas keamanan di Florida atas dugaan keterlibatan dalam kasus kekerasan seksual yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kabar mengenai penahanan warga Bali ini telah dikonfirmasi oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Hingga saat ini, pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan status hukum yang bersangkutan.

Upaya Koordinasi Pemerintah

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut meski baru melalui pemberitaan media di Florida.

“Kami memang sudah mendapatkan informasi terkait kejadian di wilayah Florida tersebut. Namun, hingga saat ini kami belum bisa menjalin komunikasi langsung dengan PMI yang bersangkutan. Pihak keluarga pun dilaporkan belum berhasil menghubungi Putu JW,” jelas Mirah pada Jumat (10/4/2026).

Langkah-langkah yang sedang diambil oleh Pemkab Jembrana meliputi:

  • Koordinasi dengan BP3MI: Menghubungi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali untuk memverifikasi data keberangkatan dan status keimigrasiannya.

  • Pemantauan via KBRI: Terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat guna memastikan Putu JW mendapatkan hak-hak hukumnya.

  • Komunikasi dengan Kemenlu: Berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi pendampingan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.

Kronologi Masih Didalami

Meskipun kasus ini sudah viral, detail mengenai kronologi kejadian maupun duduk perkara secara spesifik masih belum bisa diungkapkan ke publik. Pihak Disnaker Jembrana mengaku masih berhati-hati dalam memberikan keterangan karena terbatasnya akses informasi resmi dari otoritas Florida.

“Untuk sementara, kami belum dapat menyampaikan kronologi secara mendetail. Kami masih terus mengikuti perkembangan kasus ini melalui kanal-kanal resmi pemerintah dan pemberitaan media lokal di sana,” tambah Mirah.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini dan memberikan bantuan yang diperlukan sesuai dengan kapasitas pemerintah daerah. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh sebelum ada pernyataan resmi mengenai hasil investigasi dari pihak berwenang di Amerika Serikat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *