KARAWANG, Gelanggang News – Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Karawang, Jawa Barat, resmi dimulai dan ditargetkan beroperasi akhir tahun 2026. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem baterai EV nasional dan akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Proyek ini dijalankan oleh konsorsium antara ANTAM, IBC, dan CATL/CBL dengan nilai investasi mencapai USD 5,9 miliar atau sekitar Rp 96 triliun. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 15 GWh per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan baterai lebih dari 300.000 mobil listrik.
“Ini adalah salah satu langkah besar menuju kemandirian energi dan industrialisasi hijau di Indonesia,” ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Selain memproduksi sel baterai untuk mobil listrik, pabrik ini juga akan memproduksi Battery Energy Storage System (BESS) untuk mendukung energi terbarukan seperti panel surya. Proyek ini juga ditargetkan menyerap ratusan ribu tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
Presiden Prabowo Subianto yang turut meresmikan groundbreaking menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini menjadi pilar strategis menuju swasembada energi nasional dalam 5 hingga 7 tahun ke depan.
🔎 Poin Penting:
Kapasitas produksi: 15 GWh per tahun
Produksi pertama ditargetkan akhir 2026
Potensi menyuplai baterai ke 300.000 mobil listrik
Fokus juga ke energi penyimpanan BESS dan dukungan energi hijau
Untuk informasi lebih lengkapnya, hanya di Gelanggang News.













