GelanggangNews – Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk menutup seluruh fasilitas dan pangkalan militer milik Amerika Serikat di wilayah mereka. Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan publik pertamanya sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Dalam pesan yang disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, Khamenei menyatakan bahwa keberadaan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu sumber eskalasi konflik yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa fasilitas militer Amerika di kawasan itu dapat menjadi target serangan jika tetap digunakan dalam operasi militer melawan Iran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia.
Selain menyerukan penutupan pangkalan militer AS, Khamenei juga menyatakan bahwa Iran akan terus meningkatkan tekanan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan. Ia bahkan menyebut bahwa jalur strategis Selat Hormuz dapat terus dimanfaatkan sebagai alat tekanan terhadap musuh Iran.
Pernyataan keras tersebut memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Teluk yang selama ini menjadi tuan rumah bagi sejumlah fasilitas militer Amerika. Sejumlah analis menilai, seruan Iran tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan serta berdampak pada stabilitas keamanan dan pasar energi global.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari negara-negara Teluk terkait seruan tersebut. Namun para pengamat menilai perkembangan situasi di Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Ikuti perkembangan terbaru berita internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

