
Sebagai seorang aktris dan penyanyi, Mawar de Jongh memahami bahwa penampilan adalah bagian dari kehidupan figur publik. Meskipun demikian, ia tidak menjadikan kemewahan sebagai standar utama dalam bergaya. Baginya, tampilan yang sederhana tetapi tetap elegan lebih mencerminkan jati dirinya.
“Fesyen memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai figur publik. Tapi buat saya, yang utama bukan sekadar tampil mewah atau glamor, melainkan bagaimana bisa merasa nyaman dengan apa yang saya pakai. Gaya saya lebih cenderung simpel, tapi tetap elegan,” kata Mawar.
Selain memperhatikan estetika dalam berpakaian, Mawar juga memiliki prinsip dalam memilih produk fesyen. Ia tidak hanya melihat tren, tetapi juga mempertimbangkan kualitas serta nilai yang diberikan oleh produk tersebut. Baginya, bahan yang digunakan sangat penting, terutama jika memiliki unsur keberlanjutan dan ramah lingkungan.
“Saya selalu mempertimbangkan apakah bahan pakaian tersebut berasal dari sumber alami, misalnya dari tumbuhan atau material lain yang lebih sustainable. Fesyen bukan hanya soal penampilan luar, tapi juga bagaimana kita bisa merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang kita kenakan,” tambahnya.
Kenyamanan Adalah Kunci: Lembut dan Wangi Meningkatkan Kepercayaan Diri
Bagi Mawar, kenyamanan dalam berpakaian bukan sekadar soal desain atau ukuran, tetapi juga bagaimana pakaian tersebut terasa di kulit. Ia mengaku memiliki ritual khusus untuk memastikan pakaiannya tetap lembut dan wangi sepanjang hari.
“Saya selalu menggunakan pelembut pakaian. Ketika pakaian saya wangi dan lembut, itu membuat saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, pakaian yang harum juga menciptakan kesan pertama yang baik ketika bertemu orang lain,” ungkap penyanyi Sedang Sayang-sayangnya ini.
Menurutnya, keharuman pakaian dapat memberikan kenyamanan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan pakaian yang lembut dan memiliki aroma menyenangkan, ia merasa lebih bebas beraktivitas tanpa merasa terganggu oleh rasa tidak nyaman.
Peluncuran Royale by SoKlin Premium Series: Fesyen dan Keberlanjutan
Pernyataan ini diungkapkan Mawar dalam acara peluncuran Royale by SoKlin Premium Series yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Rabu (12/2/2025). Dalam acara tersebut, ia diperkenalkan sebagai brand ambassador produk terbaru dari Royale by SoKlin.
Menurut Meliana Sri Rahayu Widodo, selaku Marketing Manager Fabric Conditioner Category Wings Group Indonesia, peluncuran produk ini merupakan bentuk inovasi dalam industri pelembut pakaian. Mengikuti tren gaya hidup yang lebih peduli terhadap alam, produk ini dibuat dengan bahan dasar tumbuhan dan hadir dalam dua varian, yaitu Summer Lovin’ dan Spring Blossom.
“Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menggunakan produk yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami menghadirkan pelembut pakaian berbahan dasar tumbuhan pertama di Indonesia dengan kualitas premium,” jelas Meliana.

Mendukung Sustainable Fashion dengan Bahan Alami
Tak hanya membahas fesyen dalam konteks penampilan, acara ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam industri mode. Dalam sesi diskusi interaktif, hadir Melie Indarto, pendiri KaIND, yang membahas tantangan dan peluang dalam dunia sustainable fashion.
Melie mengungkapkan bahwa saat ini, sekitar 99 persen bahan pakaian di Indonesia masih berasal dari impor. Padahal, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang bisa digunakan untuk memproduksi kain dengan kualitas tinggi, seperti serat rami, serat nanas, hingga daun pisang.
“Ketika berbicara tentang fesyen berkelanjutan, kita bukan hanya berbicara soal tren, tapi juga tentang kesadaran untuk memilih bahan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Banyak material alami yang bisa kita manfaatkan tanpa harus bergantung pada impor,” ujar Melie.
Ia juga menambahkan bahwa KaIND menggunakan bahan-bahan seperti peace silk, yang merupakan sutra alami yang dihasilkan tanpa membahayakan ulat sutra, serta bahan alami lainnya yang tidak hanya lembut, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen bisa tetap elegan dan berkualitas tanpa mengorbankan alam. Ini bukan sekadar tren, tapi sebuah pernyataan diri bahwa kita peduli pada lingkungan sekaligus mengutamakan kenyamanan,” tutupnya.
Sumber: www.gelanggangnews.com












