Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ledakan Hebat Pabrik Petasan di Tamil Nadu, India: 20 Orang Dilaporkan Tewas

ByAdmin Gelanggang

Apr 20, 2026

GelanggangNews – VIRUDHUNAGAR – Tragedi memilukan kembali terjadi di industri kembang api India. Sebuah ledakan besar menghanguskan sebuah pabrik petasan berlisensi di distrik Virudhunagar, negara bagian Tamil Nadu, India Selatan, pada Minggu (19/4/2026). Insiden maut ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya 20 nyawa dan menyebabkan enam orang lainnya luka-luka.

Detail Kejadian dan Proses Evakuasi

Kepala Polisi setempat, N. Shreenatha, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut kepada awak media. Menurut keterangannya, petugas penyelamat masih terus berjaga dan menyisir lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Meskipun pabrik tersebut diketahui memiliki izin resmi (berlisensi), pihak berwenang mengaku masih menyelidiki pemicu awal kebakaran tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan.

Respons Pimpinan Negara

Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam dari para petinggi negara:

  • PM Narendra Modi: Melalui unggahan di media sosial, Perdana Menteri menyampaikan rasa duka citanya yang mendalam kepada keluarga korban. Beliau menyebut insiden ini sebagai kejadian yang “sangat menyedihkan.”

  • M.K. Stalin (Ketua Menteri Tamil Nadu): Ia menggambarkan peristiwa ini sebagai sebuah “tragedi” dan menyampaikan belasungkawa melalui platform X (sebelumnya Twitter).

Tren Kecelakaan Industri di India

Insiden ini menambah panjang daftar kelam kecelakaan industri di India. Kurangnya kepatuhan terhadap standar keamanan serta lemahnya pengawasan hukum sering kali dituding menjadi akar masalah dari berulangnya peristiwa serupa.

Hanya dalam kurun waktu singkat, India telah mencatat beberapa kecelakaan fatal lainnya:

  1. Minggu ini: Ledakan di pembangkit listrik India tengah menewaskan lebih dari 20 orang.

  2. Bulan lalu: Kebakaran pabrik kembang api di India barat yang menewaskan 17 orang.

Pemerintah kini menghadapi tekanan publik yang semakin besar untuk memperketat protokol keselamatan kerja, terutama di sektor-sektor yang melibatkan bahan peledak dan zat berbahaya lainnya.