GelanggangNews – BITUNG – Masyarakat Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), saat ini tengah diliputi rasa penasaran sekaligus waswas. Hal ini menyusul munculnya fenomena suara gemuruh misterius yang terdengar seolah berasal dari dalam perut bumi. Pihak berwenang, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap asal-usul suara tersebut.
Titik Lokasi dan Laporan Awal
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pusat suara gemuruh tersebut dilaporkan berasal dari kawasan Lorong 8, Madidir Ure, Kecamatan Madidir, Kota Bitung. Warga setempat mengaku mendengar bunyi getaran atau gemuruh yang tidak biasa, yang memicu kekhawatiran akan adanya aktivitas geologis di bawah pemukiman mereka.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung, Altin Abraham Tumengko, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota bergerak cepat setelah menerima aduan dari masyarakat yang merasa resah.
“Benar, ada laporan mengenai kejadian suara gemuruh misterius yang bersumber dari dalam tanah. Tim sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Altin pada Senin (20/4/2026).
Investigasi Lapangan oleh Tim Ahli
Menanggapi fenomena yang tidak biasa ini, tim dari BMKG telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian pada Selasa (14/6) untuk melakukan observasi awal. Langkah ini dilakukan bersama dengan jajaran Pemerintah Kota Bitung guna memetakan area terdampak dan mencari indikasi awal penyebab gangguan suara tersebut.
Meski pemeriksaan awal telah dilakukan, penyebab pasti dari gemuruh tersebut masih menjadi misteri. Altin menjelaskan bahwa proses identifikasi fenomena ini tidaklah sederhana dan membutuhkan peralatan yang lebih spesifik.
Pemeriksaan Lanjutan: BMKG berencana membawa perangkat pendeteksi yang lebih canggih untuk menangkap frekuensi suara dan getaran di bawah permukaan tanah.
Koordinasi Lintas Instansi: Pemkot Bitung terus memantau situasi sembari menunggu hasil analisis teknis dari para ahli.
Imbauan kepada Masyarakat
Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat menyimpulkan apakah suara tersebut berkaitan dengan aktivitas tektonik, pergeseran tanah, atau faktor eksternal lainnya. Pemerintah mengimbau warga Madidir Ure untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari BMKG. Ada langkah-langkah teknis lanjutan yang akan diambil, termasuk kemungkinan penggunaan alat khusus untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi di bawah sana,” tutup Altin.

