GelanggangNews – Setelah kisah perjuangannya melawan sakit viral di media sosial, atlet rugby asal Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu (23), akhirnya mulai merasa lega. Bantuan dan dukungan berdatangan, sehingga akses layanan kesehatan yang sempat terhambat kini mulai terbuka. Siti Nur Rahayu merupakan warga Kampung Seni Baru, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Ia dikenal sebagai atlet aktif dan pernah memperkuat kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumatera Utara 2024. Sebelum kisahnya menyita perhatian publik, Siti sempat mengalami kesulitan menjalani pengobatan akibat keterbatasan biaya. Orang tua Siti, Yeni Nurhayati, mengatakan bahwa keluarga mereka saat itu belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
“BPJS (bantuan) pemerintah sudah aktif kemarin,” ujar Yeni dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (6/2/2026).
Sejak kondisi Siti diketahui banyak orang, dukungan moral dan bantuan terus berdatangan, mulai dari warga sekitar, berbagai pihak, hingga pemerintah daerah dan KONI Garut. “Alhamdulillah, banyak yang sayang sama anak saya, banyak yang datang membesuk,” ujar Yeni.
Diduga Sakit Mag, Ternyata Usus Pecah
Yeni menuturkan, anaknya divonis mengalami usus pecah sekitar dua bulan lalu setelah sebelumnya mengeluhkan sakit di bagian perut. Keluarga sempat mengira keluhan tersebut hanya sakit lambung biasa. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang lebih serius dan sudah kronis, sehingga Siti harus menjalani operasi.
“Kondisinya sudah parah, tidak bisa lagi berlatih. Kami kira awalnya hanya sakit mag,” ucap Yeni.
Tak Bisa Lagi Berlatih, Aktivitas Terbatas
Siti mengaku hingga kini kondisinya belum pulih sepenuhnya. Aktivitas sehari-hari pun masih sangat terbatas. “Saya sekarang tidak bisa beraktivitas. Jalan sedikit itu langsung setelahnya terasa demam panas,” ucap Siti.
Siti juga menyampaikan bahwa dirinya telah menekuni olahraga rugby dan karate sejak 2021. Pada PON Aceh–Sumatera Utara 2024, ia tampil mewakili Jawa Barat sebagai atlet rugby.
Sempat Merasa Tak Diperhatikan
Sebelum kisahnya viral, Siti mengaku tidak pernah mendapatkan kunjungan, baik dari rekan sesama atlet maupun perwakilan pemerintah. Bahkan, ia sempat didatangi pihak tertentu bukan untuk menjenguk, melainkan untuk meminta kelengkapan administrasi pertandingan.
“Padahal kondisi saya waktu itu sedang sakit, tapi tetap diminta persyaratan untuk bertanding,” ungkapnya











