Jakarta – Merek mobil listrik asal Tiongkok, Denza, mencatat prestasi mengesankan dalam waktu singkat sejak memasuki pasar otomotif Tanah Air. Kiprah Denza di Indonesia: 7 bulan jual satu produk, sudah laku ribuan menjadi bukti kuat bahwa pasar kendaraan listrik nasional kian terbuka terhadap merek-merek baru yang menawarkan teknologi dan fitur canggih dengan harga kompetitif.
Sejak resmi diperkenalkan pada awal Januari 2025, Denza hanya memasarkan satu model, yakni Denza D9, sebuah MPV listrik premium hasil kolaborasi antara BYD dan Mercedes-Benz. Meski hanya mengandalkan satu varian, penjualan Denza di Indonesia terbilang mencolok.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga akhir Juli 2025, Denza berhasil membukukan penjualan lebih dari 2.300 unit. Angka ini tergolong signifikan bagi merek pendatang baru di segmen kendaraan listrik mewah.
Dukungan Fitur dan Strategi Harga
Keberhasilan kiprah Denza di Indonesia: 7 bulan jual satu produk, sudah laku ribuan tak lepas dari strategi pemasaran yang fokus pada kenyamanan dan teknologi. Denza D9 hadir dengan fitur-fitur unggulan seperti panoramic sunroof, captain seat elektrik dengan pemanas dan pendingin, sistem hiburan layar ganda, serta baterai berdaya jangkau hingga 600 km dalam sekali pengisian.
“Denza D9 menjawab kebutuhan konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan kenyamanan premium. Respons pasar yang kami terima sangat positif,” ungkap Direktur Pemasaran Denza Indonesia, Albert Gunawan, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (11/8).

Harga yang kompetitif untuk kelas MPV listrik juga menjadi daya tarik utama. Dengan banderol mulai Rp1,15 miliar, Denza mampu menyaingi produk sekelas dari brand Jepang maupun Eropa.
Ekspansi Jaringan dan Layanan Purna Jual
Selain mengandalkan produk berkualitas, kiprah Denza di Indonesia: 7 bulan jual satu produk, sudah laku ribuan turut didukung ekspansi jaringan penjualan dan layanan purna jual. Saat ini, Denza telah membuka 10 diler resmi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, serta menyediakan layanan servis terpadu berbasis digital.
“Kepercayaan konsumen dibangun tidak hanya dari produk, tetapi juga dari after-sales service. Kami berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik yang lengkap,” tambah Albert.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski sukses mencatat penjualan ribuan unit dalam tujuh bulan, Denza tetap menghadapi tantangan, terutama dalam hal edukasi pasar dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Namun, pihak perusahaan optimistis bahwa tren kendaraan listrik akan terus meningkat seiring dukungan pemerintah terhadap ekosistem EV (electric vehicle).
Kiprah Denza di Indonesia dalam waktu singkat juga menjadi perhatian pengamat otomotif. Banyak yang menilai keberhasilan awal ini membuka peluang Denza untuk memperluas lini produknya dan bersaing lebih ketat di pasar otomotif nasional.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai perkembangan kiprah Denza di Indonesia: 7 bulan jual satu produk, sudah laku ribuan, pembaca dapat mengunjungi situs resmi GELANGGANG NEWS di www.gelanggangnews.com.












