Ketegangan Memuncak: Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran Besok Jika Selat Hormuz Tetap Diblokade

GelanggangNews – WASHINGTON D.C. – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat mengkhawatirkan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka melontarkan ancaman keras untuk menggempur berbagai infrastruktur vital di Iran, mulai dari pembangkit listrik hingga jembatan. Langkah drastis ini akan diambil jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz paling lambat Senin ini.

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Senin (6/4/2026), Trump menetapkan tenggat waktu yang sangat sempit. Jika jalur pelayaran energi dunia tersebut tetap ditutup, ia berjanji akan melancarkan serangan besar-besaran tepat pada hari Selasa esok.

Pernyataan Kontroversial di Media Sosial

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan ultimatumnya dengan retorika yang agresif. Ia menyebut hari Selasa sebagai momentum penghancuran infrastruktur Iran secara serentak.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang pernah melihat hal seperti itu! Buka Selat s** itu… atau kalian akan hidup di neraka—LIHAT SAJA!” tulis Trump dalam unggahannya.

Ancaman ini merupakan kelanjutan dari ultimatum 10 hari yang pernah ia sampaikan pada 26 Maret lalu. Sebagaimana diketahui, lalu lintas di Selat Hormuz lumpuh total sejak AS dan Israel meluncurkan serangan perdana ke Iran pada 28 Februari silam.

Respons Keras dari Teheran

Pihak Iran tidak tinggal diam menanggapi gertakan tersebut. Misi diplomatik Iran untuk PBB menegaskan bahwa mengincar infrastruktur sipil adalah bentuk pelanggaran hukum internasional yang nyata.

  • Kecaman Global: Iran mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak mencegah apa yang mereka sebut sebagai potensi “kejahatan perang” sebelum serangan benar-benar terjadi besok.

  • Syarat Pembukaan Selat: Seyyed Mehdi Tabatabaei, juru bicara kantor kepresidenan Iran, menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka jika AS dan sekutunya membayar ganti rugi atas kerusakan perang.

  • Rezim Hukum Baru: Iran berencana menerapkan sistem biaya transit bagi setiap kapal yang melintasi selat tersebut sebagai bentuk kompensasi permanen.

Dampak Kemanusiaan dan Krisis Global

Para ahli hukum internasional mulai menyuarakan kekhawatiran serius. Serangan gabungan AS-Israel sejauh ini dilaporkan telah menghantam fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, hingga universitas. Jika pembangkit listrik benar-benar dihancurkan besok, jutaan warga sipil Iran terancam kehilangan akses energi dasar di tengah kecamuk perang.

Hingga saat ini, Donald Trump masih enggan memberikan kepastian kapan operasi militer ini akan berakhir. “Saya akan segera memberi tahu Anda,” ujarnya singkat saat diwawancarai oleh Fox News.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *