GelanggangNews – JAKARTA – Kompleks Pergudangan Miami yang terletak di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, luluh lantak setelah diamuk si jago merah pada Senin malam (11/5/2026). Peristiwa yang berlangsung mencekam ini menghanguskan sedikitnya empat gudang besar dan memaksa petugas berjibaku selama hampir satu hari penuh untuk memadamkan api.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Gudang Freon
Insiden bermula ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari salah satu bangunan sekitar pukul 19.40 WIB. Tak lama kemudian, rentetan ledakan mulai terdengar. Tora Hakim, seorang pekerja di PT Dua Zeng yang saat itu sedang lembur, mengaku mendengar setidaknya lima kali suara ledakan keras yang bersumber dari gudang penyimpanan freon.
“Begitu pekerja keluar untuk mencari pertolongan, api ternyata sudah membesar dengan sangat cepat. Kandungan bahan kimia di dalam gudang membuat api langsung melahap struktur bangunan,” ujar Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada mesin produksi di gudang tersebut.
Dampak Kebakaran: Empat Gudang Ludes
Amukan api tidak berhenti di satu titik. Karena material yang tersimpan bersifat mudah terbakar, api merembet ke bangunan di sekitarnya. Berdasarkan data di lapangan, empat gudang yang ludes terbakar meliputi:
Gudang Freon (sumber api utama).
Gudang Plastik dan Kardus.
Gudang Logistik/Ekspedisi (tempat penyimpanan paket-paket kurir).
Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengonfirmasi bahwa gudang freon menjadi titik terparah karena materialnya yang sangat reaktif saat terkena panas.
Kendala Pemadaman: Asap Beracun dan Robot Pemadam
Sudin Gulkarmat mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Namun, operasi ini tidak berjalan mudah. Para petugas dihadapkan pada risiko tinggi berupa:
Paparan Gas Kimia: Asap pekat yang dihasilkan diduga mengandung racun berbahaya, sehingga setiap petugas wajib menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA).
Ledakan Susulan: Banyaknya botol-botol kecil berisi tiner atau parfum yang terlontar dari dalam gedung menciptakan situasi yang tidak terprediksi.
Keterbatasan Teknologi: Petugas sempat menerjunkan unit robotik untuk menghindari risiko langsung pada personel. Sayangnya, robot tersebut hanya beroperasi selama 30 menit karena tekanan air yang kurang maksimal, sehingga pemadaman kembali dilakukan secara manual.
Proses Pendinginan yang Panjang
Setelah berjuang di tengah hawa panas dan ledakan, api baru berhasil dilokalisir pada Selasa (12/5/2026) dini hari pukul 01.00 WIB. Meski api sudah tidak berkobar besar, proses pendinginan menjadi tantangan tersendiri dan memakan waktu paling lama.
Petugas harus membongkar tumpukan material sisa kebakaran setinggi dua meter di area seluas 1.000 meter persegi. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di balik tumpukan freon yang bisa memicu kebakaran susulan. Seluruh rangkaian operasi baru dinyatakan selesai total pada Selasa sore pukul 17.23 WIB, atau tepat 21 jam sejak api pertama kali muncul.
Kondisi Terakhir
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gulkarmat belum bisa menaksir total kerugian materiil karena masih menunggu konfirmasi dari pemilik gudang. Kendati menyebabkan kerugian besar pada infrastruktur dan barang logistik, Syaiful Kahfi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.











