Pada Sabtu malam, 8 Februari 2025, kebakaran besar melanda gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dan 62 personel dikerahkan untuk menanggulangi api yang melahap satu ruangan di gedung tersebut. Proses pemadaman berlangsung dengan cepat dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 23.45 WIB, hanya 27 menit setelah tim pemadam tiba di lokasi.
Dugaan Penyebab: Korsleting Komputer
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting pada sebuah komputer. Satriadi Gunawan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, menyebutkan bahwa api pertama kali muncul di ruang Humas yang berada di lantai dasar gedung. Walau petugas keamanan sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), api dengan cepat membakar dokumen-dokumen penting di atas meja, sehingga asap tebal mulai memenuhi ruangan.
Setelah gagal memadamkan api, petugas keamanan segera meminta bantuan kepada tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menambahkan bahwa kemungkinan kebakaran terjadi akibat komputer yang tidak dimatikan setelah digunakan.
Penjelasan Soal Dokumen yang Terbakar
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Menteri Nusron Wahid menegaskan bahwa kebakaran ini tidak ada kaitannya dengan upaya penghilangan barang bukti. Ia menambahkan bahwa dokumen-dokumen penting terkait pertanahan, termasuk Hak Guna Bangunan (HGB), tidak berada di ruang Humas yang terbakar. Kebakaran ini, menurut Nusron, adalah kejadian tak terduga dan bukan upaya sabotase.

Penyelidikan Lanjutan dan Barang Bukti yang Ditemukan
Saat ini, tim Puslabfor Polri sedang menyelidiki penyebab pasti kebakaran dengan memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti. Selain abu arang, petugas juga menemukan potongan kabel bekas colokan dan sisa-sisa benda terbakar seperti kayu dan kertas. Untuk memastikan sumber api, Puslabfor akan melakukan analisis mendalam di laboratorium forensik.
Sampai saat ini, hasil penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan penyebab kebakaran secara pasti. Tim kepolisian juga sedang memeriksa rekaman CCTV dari lokasi untuk mencari petunjuk lebih lanjut.
Sumber: www.gelanggangnews.com
